Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Kaum Buruh Bersatulah

Slogan politik Para pekerja seluruh dunia, bersatulah! adalah salah satu slogan perjuangan paling terkenal dari komunisme, ditemukan dalam Manifesto Komunis (1848), oleh Karl Marx dan Friedrich Engels. Kata-kata itu juga ditulis di batu nisan Marx sang mesiasnya kaum buruh. Dengan pandangan kritisnya ia berhasil membongkar ketidak adilan dari sistem kapitalisme yang di kreatori para borjuasi. Ungkapan itu adalah titik didih dari kemarahan melihat kondisi masyarakat yang hanya dijadikan hewan ternak untuk meraup pundi-pundi kelayaan, kelas buruh dipekerjakan selama 12 jam dengan gaji anggur murahan, hal ini memaksa kaum perempuan dan anak-anak ikut andil untuk tetap mampu bertahan hidup dalam jerat pekerjaan kapitalistik. Tak jarang mereka menjual tubuhnya kepada kaum kaya. Semantara keluarga burjuasi duduk didepan tungku penghat menikmati teh, kopi, anggur sembari melihat perkembangan anaknya dalam bermain biola. Jangankan kemerdekaan hasrat untuk hidup sudah tidak dimiliki oleh ...

Pemilihan atau Penyingkiran

Kau sebagai ibu panutan bagi daerah lain, tingkahmu mencontohkan ketidak bijaksanaan, kau pertontonkan parade kebencian demi ambisi para elit yang haus kekuasaan, begitu rendahnya daya pikir manusia jalanan yang nenginjak-injak tengkukmu dengan arogan tanpa sungkan. Mereka menularkan virus ketidak warasan ditengah anak-anakmu. Pawai angka membanjiri halamanmu, ibu,  anak-anakmu dari daerah lain terpaksa ikut berteriak karena mendapat undangan yang beagenda kebencian, mereka terlena dengan jenggot dan atribut surgawi putih-putih suci entah dari mana mereka mendapatkannya. Padahal sudah jelas ibu, engkau yang akan melaksanakan pesta demokratis secara jujur, adil tanpa ada intimidasi di coreng dengan kepongahan. Ibu, bagiku kemarin itu bukan pesta demokrasi, bukan pemilihan umum, tapi penyingkiran massal.

May Day

Salah satu keluarga mempunya 6 anak dan enam petak sawah, dengan berbagai macam kebutuhan yang harus dipenuhi sawah terjual tinggal 2 petak, sedangkan anak-anaknya melarikan diri dari keadaan pahit, hingga mereka beradu nasib kekota berharap nasib baik menghampirinya, merka menjadi buruh upah untuk sekedar bertahan hidup ditengah kerasnya kompetisi masyarakat kota. Ilustrasi tersebut adalah gambaran dari keaadaan sumberdaya alam tetap bahkan menipis sedangkan populasi penduduk semakin bertambah, belum lagi konsentrasi kekayaan hanya pada segelintir orang. Dari itulah hubungan antara bos dan pekerja terjadi, jika manusia masih memandang itu hanya sebagai suatu keniscayaan dari sebuah kehidupan perlu kiranya periksa mental, barangkali terkena gangguan jiwa. Pola dari suatu hubungan bos dan pekerja membuat ikatan yang mirip tali gantungan, pada awalnya buruh bagaikan diikat lehernya dengan dipekerjakan selama 12 jam, kemudian dengan segala macam perjuangannya buruh menuntut 10 jam ker...

Harapanlah yang Membuat Hidup

Alam pikir setiap zaman memang bebeda dan pada kenyataannya berkembang dari sederhana menuju penyempurnaan. Alam pikir terkontruksi sedemikian rupa dari aktivitas sosial produksi yang dijalani masing-masing masyarakat. Dua abad yang lalu mbah-mbah kita mempercayai akan datangnya sebuah ratu adil yang akan memperbaiki kondisi carut marut yang dialami oleh masyarakat dengan utusan mesiahnya memimpin masyarakat menjalani sebuah gerakan-gerakan untuk membantu mempersiapkan zaman milenial, sangat gerakan dibalut oleh semangat sabil dan romantisme lokal yang telah lama mengahadirkan kejayaan masalalu yang digambarkan lewat tradisi lisan. Pemimpin yang karismatik menjadi tulang punggung bagi persiapan untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur tanpa pajak yang tinggi tanpa beban wajib kerja bakti yang hanya menyengsarakan rakyat. Yang melarat tetap melarat. Optimisme magis yang membuat eksistensi hidup yang masih terjaga, hasrat memberontak yang menyatakan dirinya ada  dari kondi...

Niat

Teringat saat kecil ketika mengaji sama pak kia musola, ajaran yang pertama tentang pembenaran niat dikutip dari perkataan nabi yang diriwayatkan umar. Jika niat salah hasilnya akan salah begitulah kira-kira inti dari hadis itu. Yang paling penting makna dari hadis itu adalah bagaimana cara orang itu sadar atas apa yang mau dilakukan, "sesungguhnya segala perbuatan itu ditentukan oleh niat". Niat akan mempengarui perubahan pada tingkatan kesadaran. Tapi niat anda untuk siapa?

Melacak Diri

Mulai dari mana kita melacak kesadaran akan diri kita, kita mengenal keberadaan diri hanya dari istilah-istilah, tutur dari seorang ibu yang tak peenah lelah membimbing anaknya untuk mengenali diri dan sekitarnya. Kesadaran pertama yang di tansferkan adalah kesadaran akan posisi, jika sorang ibuk memanggil bayinya yang masih kecil dengan sebutan adek, kemudian diperkenalkan istilah ibuk, ayah, organ tubuh, dan minum asi. Sampai bertahun-tahun proses menjadi diri manusia, menjelang usia sekolah petak wilayahnya mulai melebar dari halaman rumah menuju sekolah, lapangan, dan surau ataupun masjid. Ruang bersosialisasi melebar menjadi diri representasi dari bapak ataupun ibu berubah menjadi masyarakat. Dimasyarakatlah pertarungan sesungguhnya, manusia harus berkempitisi dengan yang lain untuk membentuk diri, terkadang harus berkelana, bertapa, berkomunal untuk menguji mental, kecerdasan, dan kecakapan yang lainnya. Dari proses itulah diri akan terbentuk

Nasihat dari Erich Fromm

Bagi orang yang masih menolak kemaha memaksa-an tuhan nampaknya perlu lagi mengingat wejangan dari Erich Fromm. Siapa yang tidak menerima otoritas tuhan harus siap menghadapi tiga pilihan, mau tidak mau, suka tidak suka harus di lakukan demi mengganti otoritas tuhan. Yang pertama, orang akan mengalami relativisme total yang nilai-nilai sepenuhnya urusan pribadi. Kedua, nilai-nilai tergantung kepada masyarakat, dan nilai-nilai yang dominan akan berkuasa. Dan yang ketiga, nilai-nilai tergantung kepada kondisi biologis manusia sehingga pasti Darwinisme sosial, egoisme, kompetisi, dan agresivitaa, akan dianggap sebagai suatu kebajikan.

Suara hati

Apa yang kau lihat didalam air yang jernih adalah citramu, kerika kau berkedip (dan saat matamu tak mampu melihat apa yang citramu lakukan) mungkin citramu tersenyum, atau di saat kamu membalikkan badan barangkali citramu akan mengolokmu dengan gerakan meledek. Ya, memang benar seperti apa yang kau pikirkan. Keadaan kita masih misteri dengan pekatnya kabut yang menyelimuti batas diri, yang kita lihat, dan yang kita fikirkan. Untuk menyibak kabut tebal misteri memang di butuhkan kaca benggala agar kita menjadi tau betapa lemahnya diri kita. Pernahkah kau melontarkan pertanyaan aneh yang menyangkut tentang eksistensi diri? Pada akhirnya sesuatu yang berlindung dibalik gagahnya tubuhmu akan memberikan khutbah panjang untuk merespon pertanyaan anehmu. Ya, orang-orang sering menyebutnya suara hati, dari rekaman-rekaman yang tersublemasi entah di laci sebelah mana suara itu tersimpan. Suara itu akan keluar dengan spontan tanpa perlu kau fikirkan naskah khutbahnya. Suara yang otomatis...

Sang 'Aku'

Pernahkah kalaian mendengar tentang fitrah manusia? Sekilas perkataan itu padu dengan eksistensial drama tanpa naskah. Coba kita bayangkan fitrah adalah tanpa apa-apa dan ketika kita terlempar dalam panggung dunia hanya membawa jerit tangis ketidak siapan. Bukan kah hidup ini adalah tantangan. Segala bekal mulai kita kumpulkan setelah masa 'sapih' disaat itulah zona zaman mulai terusik, kita terpaksa belajar mengunyah, berjalan, dan meninggalkan rengekan dengan bahasa yang semua orang akan memahaminya. Perjuangan belum selesai setelah kita mampu berjalan dan berbahasa, arena sosial menuntut orang menjadi kualitas agar manusia tidak menjadi pelaku mimpi orang lain. Manusia harus menciptakan mimpinya sendiri, berkelana dalam samudra kehidupan merasakan gelombang peradaban untuk kita taklukan dalam menemukan jati diri. Bagi sebagian orang, manusia hidup adalah penderitaan, dunia bagaikan penjara raksasa. Kenapa mereka merasa menderita bahkan seolah tersiksa dalam penjara? Mu...

Dialah Nietzsche

Seorang sakit yang mengutuk zaman filsuf peminum racun dan ia lebih suka era sebelumnya karena bagi dia itu adalah zaman kencana, zaman keemasan pemikirin klasik Yunani, zaman filsuf alam yang merajai. Dia adalah Friedrich Nietzsche 1844-1900. Seorang filsuf jerman, selain menentang filsuf era Sorates ia juga menentang filsafat Hegel dan Historisisme Jerman. Bagi Nietzche kehidupan itu sendiri sebagai suatu imbangan berat bagi minat yang sangat kecil pada sejarah dan apa yang disebutnya 'moralitas budak'. Nietzsche  berusaha menyelenggarakan revolusi dari seluruh nilai, sehingga daya hidup orang terkuat tidak dirintangi oleh yang lemah. Menurutnya agama maupun fisafat tradisonal telah meninggalkan dunia nyata dan menunjuk ke surga atau dunia gagasan. Tapi apa yang selama ini dianggap dunia nyata sesungguhnya adalah dunia samaran. 'Jujurlah terhadap dunia', katanya, 'jangan dengarkan mereka yang menawarkan padamu harapan-harapan adialamiah'

Surealisme

Surealisme berasal dari bahasa Prancis, yang mempunyai arti superrealisme. Pada 1924, Andre Breton menerbitkan manifesto surealis, yang menyatakan bahwa kesenian harus berasal dari alam bawah sadar. Oleh karena itu, seniman harus mendapat ilham sebebas-bebasnya dari imaji-imaji impiannya dan berusaha mencapai superrealisme yang didalamnya batas-batas antara impian dan kenyataan melebur. Seninan pun harus mendobrak sensor kesadaran dan membiarkan kata-kata dan imaji-imaji itu nermain dengan bebas. Ada seni dalam diri setiap orang. Sebuah impian, bagaimanapun adalah sebuah karya seni yang kecil, dan ada mimpi-mimpi baru setiap malam.

Perempuan Idaman

Sewaktu aku berangkat kuliah, aku lewat di depan Sekolah Dasar, aku melihat seragam para siswa berbeda dengan hari biasa, para anak perempuan berdandan ala kartini dengan khas pakaian Jawanya, sedangkan siswa cowok dengan pakaian khas Jawa tempoe dulue. Dari apa yang aku lihat, aku baru "ngeh" kalau hari ini hari lahirnya Kartini tokoh perempuan Jawa yang mengusung ide emansipasi. Dia menolak segala macam bentuk diskriminasi terhadap kaum perempuan. Dengan pemahamanku yang masih pincang kenapa sih kartini ko repot-repot ingin memperjuangkan kaum perempuan untuk mendapatkan hak yang sama layaknya seorang lelaki. Setelah aku mempalajari sejarah tentangnya memang perjuangan kartini itu logis, karena perempuan bukan hanya tulang iga yang bengkok akan tetapi dia adalah manusia yang sama-sama mempunyai akal budi. Kartini sedari kecil melihat praktek harem yang dilakukan oleh ayahnya, dia melihat nasib ibu kandungnya sendiri yang diperlakukan liyan oleh ayahnya karena ibunya buk...

Potret Perempuan Desa

Sewaktu aku kecil, aku masih menyaksikan bagaimana polah tingkah para perempuan menghiasi ruang publik di desa. Di waktu sore hari, taman sekolah dasar menjadi sentral bermain permainan favorit kami adalah petak umpet, egrang, bentek, dan markasan, peserta permainan bukan hanya kaum lelaki, tetapi para perempuan pun juga ikut terlibat aktif dalam permainan. Waktu sore menjadi taiming yang tepat bagi kami untuk melepaskan penat setelah pagi sekolah, siang kami (laki-perempuan) pergi kekebun membawakan makan siang buat orang tua kami sembari membantu pekerjaannya. Diwaktu sorelah kami bermain, para ibu-ibu leluasa bekerja di kebun, kalaupun mereka punya anak kecil biasanya di rawat neneknya atau di emong kakanya atau titip dengan tetangganya yang mempunyai waktu luang untuk ngemong. Setelah habis magrib kami (laki-perempuan) ngaji bersama di surau tempat kiai, kita belajar mulai dari mengeja sampai nderes alqur'an sambil menunggu solat isya. Setelah itu kami belajar bareng di rumah...

Perempuan di Mata Filsuf

Mbah Plato meyakini kemampuan perempuan bisa setara dengan laki-laki jika keduanya mendapatkan kesempatan yang sama, perempuan sama efektifnya memimpin negara karena sama-sama menggunakan akal. Peran ini menjadi tidak seimbang jikalau kesempatan itu hanya bisa diakses oleh salah satunya yang timbul adalah sikap dominasi. Berbeda dengan Plato, Aristoteles kurang bijak memandang perempuan, ia menyatakan "perempuan adalah laki-laki yang belum lengkap". Perempuan harusnya dididik bukan mendidik, harusnya dipimpin bukan memimpin. Nada Hegel serupa dengan Aristoteles, bagi hegel perbedaan perempuan dan laki-laki bagaikan tumbuhan dan binatang, jika kaum perempuan memegang kekuasaan pemerintah, negara akan dalam bahaya, sebab bagi Hegel kaum sangat labil dalam mengambil keputusan. Seolah pendapat Hegel ini lebih objektif, melihat kondisi sekarang perempuan minim menduduki jabatan penting. Di Indonesia partisipasi perempuan di publik masih sangat minim. Tingkat keterwakilan perempu...

Lirik lagu cinta melulu

Nada-nada yang minor Lagu perselingkuhan Atas nama pasar semuanya begitu klise Elegi patah hati Ode pengusir rindu Atas nama pasar semuanya begitu banal Reff: Oh oh? Lagu cinta melulu Kita memang benar-benar melayu Suka mendayu-dayu Apa memang karena kuping melayu Suka yang sendu-sendu Lagu cinta melulu lagu cinta melulu kita memang benar-benar melayu suka mendayu-dayu

Melerai Arogansi

Sulaman kebinekaan telah terkoyak semacam rayap yang di beri cap Radikalisme, fundamentalisme, grombolanisme, aroganisme yang di bungkus agama, kemasan ini memang sangat menarik karena sanggup membangkitkan emosi massa yang tak soleh sekalipun bahkan untuk berwudlupun enggan. Ditambah lagi racikan bumbu rasis yang mempunyai dendam historis sejak zaman kolonial, jurang pemisah digali semakin dalam dengan ejekan fisik maupun penguasaan ekonomis sampai mereka benar-benar menjadi sang "lian". Racikan ini memang sangat ampuh untuk mendapatkan simpati massa menjadi satu barisan. Takbir menjadi komando sepirit serentak untuk maju kedalam gelanggang. Ditambah lagi momen panas pilkada jakarta sebagai waktu yang pas melancarkan serangan. Tempat ibadah dijadikan benteng pengobar semangat bela agama, dengan agen-agen pengkhutbah yang tak lagi memperdulikan arti kedamaian, alfanya prilaku yang bijaksana menjadi perwujudan arogansi untuk memuaskan hasrat kekuasaan yang tak lagi terbend...

Tipikal Pemimpin

"Serahkan segenap jiwa ragamu kepada ikhtiar menyelamatkan hari kemudian anak cucu kita itu. Agar supaya turunanmu takkan dapat mengatakan, 'bahwa hidupmu ialah hidup sia-sia'." Tulisan diatas adalah surat yang ditulis Tjipto Mangunkusumo (1886-1943), daia adalah sosok pemimpin yang patut dijadikan suri tauladan bagi generasi saat ini yang lebih memperlihatkan jiwa kekanak-kanakkan dengan gontok-gontokan bahkan sampai adu fisik ketika pemilihan ketua DPD, selain itu pemimpin yang singgah di DPR yang ingin diperlakukan lakukan bag dewa karena merasa memiliki kekebalan hukum hingga dia menolak sangsi untuk tidak boleh keluar negeri karena dicurigai terlibat dalam korupsi e-KTP. Tipikal pemimpin yang hadir saat ini lebih menampilkan "sepi ing gawe, rame ing pamrih". Berbeda dengan tipikal pemimpin sekaliber Tjipto sebagai pemimpin rakyat pertama yang dibuang oleh pemerintahan kolonial, dia tidak boleh berinteraksi dengan masarakat yang berbahasa Jawa karena...

Buku bagus menurut Hume

Hume salah seorang filsuf yang perpandangan empiris, Hume kelahiran Inggris 1711--1776. Home memberi tips agar kita tidak salah memilih bacaan, bacaan yang terkadang hanya memberikan tulisan panjang tapi rumit dan membuat pikiran pembaca menjadi berantakan, atau juga bacaan yang berisi doktrin-doktrin yang anti perdebatan yang hanya membuat pikiran pembaca sebagai memori penyimpan tanpa ada penjagaan khusus terhadap gagasan yang masuk. Dari itu Home mewanti-wanti agar kita bisa merapikan seluruh pikiran dan gagasan kita, dan juga koleksi buku kita, dengan cara yang sama. Sebab, jika kita mengambil buku apa saja, mari kita bertanya, apakah didalamnya terkandung penalaran abstrak mengenai kuantitas atau angka? Tidak. Apakah didalamnya terkandung tentang kenyataan eksperimental tentang kenyataan dan keberadaan? Tidak. Maka buanglah buku kenyala api, sebab ia tidak berisi apapun kecuali cara berpikir yang menyesatkan dan ilusi.

William Shakespeare

Cinta tak tertangkap oleh mata, tapi diserap oleh pikiran. Maka bagi si buta, cinta seperti bidadari yang bersayap. Logika cinta pun tak bekerja seperti penilaian atas selera. Ia bersayap tetapi buta, ia tak ubahnya seperti anak-anak. Karena di dalam memilih, ia seringkali terpikat.

KISAH

Yang paling penting adalah menyimpan bekal, karena itu adalah yang kita konsumsi dan kita dapat dari ruang berbeda dengan sarana yang berbeda konten yang berbeda, dengan kelengkapan yang berbeda. Ada yang menggelitik dari pengalaman mahasiswa ICI yang integrasi dengan masyarakat pesisir dengan membawa bekal yang jos, tapi ternyata bekal itu tidak kemakan, karena makanan rakyat pesisir bukan setumpuk teori formal akademik, tapi pasir dan ombak pantai itulah materi mereka

Mengulik Polemik Freeprot

“Saya pikir Freeport itu sebesar gajah, ternyata hanya sebesar sapi”  (Ignasius Jonan) Belakangan ini publik digegerkan dengan sengketa antara pemerintah dengan PT Freeport Indonesia. Perundingan-perundingan dilakukan untuk menemukan titik solusi untuk kedua belah dalam sengketa ini, pemerintah nampak tenang dan berani terlihat dari statement mentri ESDM diatas. Freeport yang sejak tahun 1967 merampok Indonesia sudah mengeruk keuuntungan yang tak ternilai, keuntungan-keuntungan dibawa kabur ke kantung pemilik perusahan hanya sedikit menetes ke Indonesia.  Selain freeport juga banyak perusahaan asing yang merampok kekayaan Indonesia, antara lain;  Petronas milik Malaisia, Caltex Pacifik milik Amerika, British Petroleum milik Inggris, British Petroleum milik Jepang, ExxonMobil milik texas, dan masih banyak lagi yang lainnya. Dengan sebuah nafsu atau sistem yang menguasai atau mempengaruhiekonomi negeri lain. Inilah yang Soekarno sebut dengan Imperialisme yang ...

SORE

Sore kemaren dengan motor pitung aku dan kawan-kawan berburu keindahan ditengah kota jogja yang mulai berhenti nyaman karena jalanan padat mulai macet, pembangunan menghantam tata ruang lama sekitar perjalanan mutar-mutar 14 kilo meter menjelajah tugu-malioboro-hingga dibawah jembatan stasiun tugu dari bergai tempat masih menyuguhkan keindahan sayang ada beberapa bagian yang sulit untuk melihat nanar merah sinar senja karena terhalang oleh bangunan bangunan baru. Sesak, banal, apakah estetika modern memang ketidak beraturan, dekorasi luar mengikis kealamian alam memaksa orang mencari keindahan didalam mol dengan segala macam kepalsuannya. Keindahan yang mengabaikan kealamian dari alam keindahan yang imitatif dari yang mutlak ala plato bukan keindahan yang tasional dan empiris humanis dan natural. Aku menghindar  penat kemacetan dan panasnya persaingan asap dan suara kenalpot menuju bawah jembatan dan sejanak merendam kaki didalam air kali sembari melihat kepolosan kanak-kanak yan...

KAWANEN

Pagiku selalu hilang Bening embun pagipun sudah habis di minum sang waktu yang dahaga Tiba-tiba matahari muncul ditengah langit Pagiku yang hilang Burung-burung sudah mulai malas berkicau Bunyi-bunyi kenalpot yang saling bersahutan Sedang telingaku tak mampu ditembus Asap-asap timbal mengepul bergelayut di awang-awang Semantara hidung yang terbiasa menghisap Difilter oleh paru-paru Pagiku yang hilang Roda menggelinding menuju batas kemanusian Orang-orang dikejar oleh tuntutan Kanak-kanak, pemuda munuju almamater Dapur keluarga yang terlihat sibuk Bos yang terlampau disiplin marah pada bawahan Pagiku yang hilang

PAS

Cepat bangun dari tidur panjangmu, ambil air wudlu sedu kopimu nyatakan mimpimu pada dunia. Simpel kan, tapi perlu memaksa tubuh yang selalu hanyut dalam kenikmatan semu. Hidup yang sama sekali tak seimbang dengan banyak berpangku tangan tanpa ada keringat dan fikiran yang diperas, padahal setiap tetesan dari proses kerja keras akan menghasilkan karya dan gagasan yang nyata, orisinil dan itulah kenikmatan.