Mulai dari mana kita melacak kesadaran akan diri kita, kita mengenal keberadaan diri hanya dari istilah-istilah, tutur dari seorang ibu yang tak peenah lelah membimbing anaknya untuk mengenali diri dan sekitarnya.
Kesadaran pertama yang di tansferkan adalah kesadaran akan posisi, jika sorang ibuk memanggil bayinya yang masih kecil dengan sebutan adek, kemudian diperkenalkan istilah ibuk, ayah, organ tubuh, dan minum asi.
Sampai bertahun-tahun proses menjadi diri manusia, menjelang usia sekolah petak wilayahnya mulai melebar dari halaman rumah menuju sekolah, lapangan, dan surau ataupun masjid. Ruang bersosialisasi melebar menjadi diri representasi dari bapak ataupun ibu berubah menjadi masyarakat.
Dimasyarakatlah pertarungan sesungguhnya, manusia harus berkempitisi dengan yang lain untuk membentuk diri, terkadang harus berkelana, bertapa, berkomunal untuk menguji mental, kecerdasan, dan kecakapan yang lainnya.
Dari proses itulah diri akan terbentuk
Kesadaran pertama yang di tansferkan adalah kesadaran akan posisi, jika sorang ibuk memanggil bayinya yang masih kecil dengan sebutan adek, kemudian diperkenalkan istilah ibuk, ayah, organ tubuh, dan minum asi.
Sampai bertahun-tahun proses menjadi diri manusia, menjelang usia sekolah petak wilayahnya mulai melebar dari halaman rumah menuju sekolah, lapangan, dan surau ataupun masjid. Ruang bersosialisasi melebar menjadi diri representasi dari bapak ataupun ibu berubah menjadi masyarakat.
Dimasyarakatlah pertarungan sesungguhnya, manusia harus berkempitisi dengan yang lain untuk membentuk diri, terkadang harus berkelana, bertapa, berkomunal untuk menguji mental, kecerdasan, dan kecakapan yang lainnya.
Dari proses itulah diri akan terbentuk
Komentar
Posting Komentar