Komsekwensi manusia sebagai mahluk sosial adalah dia tidak bisa benara-benar mandiri, selalu butuh peran orang lain, contoh makan butuh yang dimakan untuk memenuhi itu semua dibutuhkan orang lain. Galau butuh curhat, curhat paling enak adalah dengan teman dekat, iya to. Ini membuktikan manusia tidak bisa hidup sendiri, agar hidup manusia menjadi ringan dari beban hidup, berkawanlah. Mencari kawan memang tak semudah mencari musuh yang kita tinggal misuh datanglah musuh, kawan lain butuh pendekatan butuh uji kebersamaan nah kalau klop, tidur bareng, makan bareng, susah senang dirasa sama, itu baru sah dinamakan kawan. Ada yang bilang hubungan perkawanan bisa lebih dari hubungan saudara, bisa lebih dari hubungan pacar, bahkan hubungan pernikahan, tentunya dengan batas-batas tertentu. Hubungan perkawanan yang klop itu diikat oleh semacam cinta yang sifatnya "platonik" orientasinya adalah keihlasan, semua yang dilakukan atas dasar keihlasan. Mempunyai kawan yang bener-benar ...
Doyan Makan/ Gak Doyan Makan Banyak orang yang makannya sulit, bukan karena ngirit, diet atau gak punya duit tapi memang nafsu makanya rendah. Keunggulan dari orang model tersebut adalah sangat peka terhadap cita rasa dari makanan. Berbeda halnya dengan orang yang 'nggamesan' alias doyan ngunyah, apapun yang ada didepan matanya dikunyah kecuali oseng-oseng batu. Orang macam ini cocok jadi presenter dalam acara kunyah mengunyah. Tapi jangan ditanya soal cita rasa, karena apapun makanan yang disantap pasti akan di bilang mak-nyus, top markotop, lezat, enak dan sebutan lainnya. Orientasi makan bagi orang nggragas bukan soal cita rasa. Dimata-nya semua makanan itu adalah rizeki maka dari itu wajib disukuri, apa lagi kalau dihidangkan berporsi-porsi rasa sukurnya akan berlipat ganda. O