Kartini merupakan pahlawan perempuan yang memperjuangkan emansipasi untuk kaum perempuan. Tulisan-tulisan kartini begitu kritis melihat kondisi masyarakatnya yang penuh kabut kolonialisme dan feodalisme. Untuk membebaskan kaumnya, kartini menempuh pendidikan geratis yang bertujuan untuk memberi sinar pencerahan terhadap masyarakatnya terutama kaum perempuan.
Kartini sangat terkenal dengan pahlawan emansipasi, lebih dari itu masih banyak fakta-fakta unik seputar Kartini yang cukup menarik untuk disimak dan di pelajari, berikut rilisan fakta unik seputar Kartini;
#Kartini Mati Di Bunuh
Kartini meninggal dunia diusia yang relatif muda sekitar 24 tahun, tepatnya pada 17 September 1904. Setelah ia melahirkan anak pertamanya, Kartini merasakan sakit yang sangat di bagian perutnya.
Kronologi singkatnya, saat Kartani ingin melahirkan kebetulan dokter yang bertugas di karisidenan Rembang tidak ada di tempat, pada ahirnya Kartini di tangani dokter yang bertugas di wilayah Pati.
Setelah Kartini melagirkan, tak selang beberapa lama, Kartini meninggal dunia. Kejadian yang mendadak tersebut memunculkan spekulasi. Dokter yang bertugas di Rembang bernama Bouman bahkan sempat melakukan penyelidikan perihal kematian misterius itu. Dari seorang kawannya yang kenal Ravesteijn (dokter yang bertugas di wilayah Pati), ia mendapat informasi bahwa Ravesteijn adalah dokter yang tidak dapat dipercaya. "Kudanya saja tidak akan dipercayakan kepada dokter itu," ujarnya seperti dikutip Sitisoemandari Soeroto dalam Kartini, Sebuah Biografi (1979).
#Kontroversi Kepercayaan yang dianut Kartini
Para sejarawan berbeda pendapat tentang menafsirkan kepercayaan apa yang di anut oleh Kartini. Ada yang beranggapan ia beraliran Kejawen, seperti kebanyakan dianut oleh kaum bangsawan Jawa. Kejawen ini merupakan sinkretisme dari ajaran Islam dan Jawa.
Ada yang berpendapat ia penganut Budha. Anggapan ini didasari dari cerita saat Kartini sakit, kemudia ia sembuh dengan dukun Cina yang beragama Budha, saat Kartini sembuh ia kemudian tidak mau mengkonsumsi daging. "Aku anak Budha dan pantang memakan daging."
“Segenap perempuan bumiputera diajaknya ke jalan Islam. Tidak hanya itu, Kartini bertekad berjuang, untuk mendaptkan rahmat Allah, agar mampu meyakinkan umat agama lain memandang agama Islam, agama yang patut dihormatinya” (surat kepada Ny. Van Kol, 21 Juli 1902). Dari tafsiran surat tersebut kartini diberi predikat sebagai muslimah yang sangat taat, pemikirannya dipengaruhi oleh nilai-nilai Islam.
Bagi Pramoedya Ananta Toer, Kartini di posisikan sebagai humanis, dan manusia modern yang tak mementingkan lagi bungkus, dalam karya Pram "Panggil Aku Kartini Saja" ia menulis; “Bagi Kartini semua agama sama, sedangkan nilai manusia terletak pada amalnya pada sesama yaitu masyarakatnya”. Kartini “ mengutamakan isi lebih daripada bentuk dan syariat-syaria, yaitu kemuliaan manusia dengan amalnya pada sesama manusia seperti dibacanya dalam rumusan Multatuli “Tugas manusia adalah menjadi Manusia”, tidak menjadi dewa dan juga tidak menjadi setan.”
Manakah yang paling bener diantara interpretasi para sejarawan tentang apa yang diyakini Kartini. Saya kira, hanya Kartini dan Tuhan yang tahu.
#Kartini Berteman Dekat dengan Mentri Pendidikan
Mentri pendidikan tersebut adalah J.H Abendenon. Ia juga menerbitkan tulisan-tulisan Kartini, buku tersebut di beri judul "Door Duisternis Tot Licht" dalam bahasa Indonesia "Habis Gelap Terbitlah Terang."
Yang menjadi unik mengapa seorang mentri begitu dekat dengan Kartini. Ada yang beranggapan kedekatan Abendanon dengan Kartini sebagai usaha untuk menyempitkan gerak dan pemikiran Kartini. Benarkah begitu silahkan telusuri lebih lanjut.
#Pahlawan yang "Kontroversi"
Sebagai pahlawan bangsa ada sebagian kalangan yang masih agak meragukan kapasitas Kartini, karena memang Kartini tidak pernah memanggul senjata seperti Cut Nyakdien. Ada juga yang beranggapan kartini adalah buah politik etik.
Tnggal 21 April di tetapkan sebagai hari Kartini. Penetapan tanggal kelahiran Kartini sebagai hari besar juga agak diperdebatkan. Pihak yang tidak begitu menyetujui, mengusulkan agar tidak hanya merayakan Hari Kartini saja, namun merayakannya sekaligus dengan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember.
#Suami Kartini Pro Pemikiran Kartini
Dibalik lelaki hebat ada perempuan yang kuat, begitupun sebaliknya, Raden Adipati Joyodiningrat merupakan suami Kartini, ia adalah bangsawan Rembang.
Sebagai seorang imam suami kartini tidak otoritatif, ia memberikan kebebasan terhadap Kartini yang memang memiliki inpian yang besar, bahkan pendirian sekolah perempuan geratis di Rembang mendapat fasilitas dari dia.
Pada saat Kartini ingin mengarang buku tentang "Babad Tanah Jawa" atau sejarah tentang Jawa, sangat didukung oleh suaminya, akan tetapi itu hanya tinggal rencana, kerana Kartini meninggal di usia muda.
#Buku Tentang Kartini Di Bredel
Kali ini tentang suatu buku biografi yang merekam tentang Kartini. Buku "Panggil Aku Kartini Saja" karya sastrawan dan novelis kondang Pramoedya Ananta Toer. Buku tersebut dibredel oleh regim oteritar bertangan api.
Buku karya Pram tersebut di karang pada tahun 60an, berjumlah empat jilid. Namun karena kondisi setelah orde lama menjadi mencengkram, buku tersebut dibredel. Dan hanya dua jilid yang terselamatkan.
Itulah beberapa fakta unik seputar kartini yang penting untuk kamu dalami lebih lanjut, supaya mendapatkan pemahaman yang lengkapa agar dapat mengambil spirit perjuangan yang dilakukan oleh Kartini. Selamat belajar.
Komentar
Posting Komentar