Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

TAMU

Kawan lama yang hobi berburu kenikmatan dan jimat merenggut malam dengan sebungkus rokok dan obrolan tentang hari yang telah berlalu yang lucu untuk dicritakan walaupun pada saat itu membawa setting kesedihan tapi selalu ada datawa saat dicritakan. Dan yang paling penting ia membawa rezeki

DEKONSTRUKSI

Sejarah sebagai lorong antara masa lalu dan saat ini akan tetapi "jarak" yang menjadi pembatas dan jarak melahirkan prespektif yang sarat akan kecendrungan. Maksut dari kecendrungan adalah latar belakang politik, sosial budaya dan agama. Dan itulah kebohongan yang disajikan. Maka dekonstruksi menjadi tawaran.

MASA LALU

"Sejarah adalah kebohongan yang disepakati" Setelah kami berdiskusi rutin dipelataran MP kami membuat esimpulan yang akan dijadikan tulisan dikaos, kata-kata diatas dipilih karena mewakili kondisi carut marut hari ini khususnya dalam historiografi bangsa ini. Kata-kata itu masih relevan sampai hari ini, melihat konstruksi masa lalu hanya dijadikan pengharuman nama baik atau pengkabing hitaman, arena mencari pahlawan atau pecundang. Belum lagi minat pelajar untuk menjadikan sejarah menjadi kritis sangat minim, ruang diskusi hanya "mengkaset" apa yang tertuang dalam buku tanpa ada kajian kritis. Bahkan miris ketika diskusi hanya berbekal internet dan itupun dibaca di tempat diskusi.

LALU

Lalu bagaimana behavor merdeka dari pengalaman? Apakah dengan cara pindah kepada pengalaman lain atau manusia harus membuat pengalamannya sendiri dengan cara mengantitesis pengalaman yang sudah ada atau sekedar merenovasi/merevisi yang sudah mapan.

INDAH

Yang terindah dari malem adalah kerlip lintang, yang terindah dari laut adalah kebiruan, yang terindah dari gunung adalah puncak, yang terindah dari kebersamaan adalah saling percaya dan kejujuran.

SEMOGA

Bagaikan naik perahu tua dengan onderdil lama, rute dan tujuan yang jauh lebih berbeda, penumpangnya berbeda, gelombangnya berbeda, badainya berbeda, semoga tidak tenggelam ditengah jalan, semoga nahkodanya peka dengan kondisi kapa, penumpang, rintangan.

SORE

Sejenak melepaskan leleah pada kursi kecil dikedai, aku memesan wedang jeruk panas dan aku duduk didepan perempuan yang stiap hari disibukkan dengan beban tugas kampus, barangkali memang itulah kegiatan akedemisi yang jarang sekali dapat aku rasakan, setiap ada tugas aku hanya menitipkan nama dan NIM, akademisi yang selalu nugas berasa seperti sore tanpa jingga, kurang lengkap, metaforku terlalu alay tapi irulah yang menurutku pas untuk sekedar belajar berfikir. Ada apa dengan berfikir hingga menurut sebagian orang itu suatu hal yang sangat penting bahkan dalam dunia pelajar dibisakan untuk berfikir dengan berdiakusi dan mengerjakan tugas. Mungkin berfikir suatu hal yang sangat penting bahakan menurut para pemikir berfikir itulah yang membedakan dirinya dengan hewan. Pandangan yang berbanding terbalik dengan pendapat sebelah bahwa yang membedakan manusia dengan hewan adalah cara kerjanya dan itulah yang menjadi pendorong timbulnya berbagai macam peradaban.

BERITA DUKA

Innalilahi wainnailaihi roji'un. Telah berpulang dengan tenang ibu Patmi 48th salah satu pejuang kartini yang menolak lahan pertaniannya di mutasi pabrik semen. Dengan gigih ia berjuang menyuarakan haknya dan hak masyarakat kendeng untuk mempertahankan tanahnya, budayanya, alamnya agar tidak terjadi kerusakan lingkungan karena ekploitasi alam yang sangat luas. Mari kita kirimkan doa dan suprot terhadap keluarga yang ditinggalkan dan terhadap para pejuang yang tidak pernah mundur selangkahpun untuk memperjuangkan hak-hak para petani yang sedari dulu tak pernah diperhatikan oleh pemerintah.

PEKA

Yang membuat kita peduli dengan berbagai ketimpangan adalah rasa lapar orang yang kelaparan, kebutuhan orang yang membutuhkan. Kenyataan bahwa mereka kurang dihargai dibandingkan tetangga-tetangga mereka adalah penting. Tetapi penting dalam arti semua itu merupakan kekejaman ketidak setaraan. Relevansinya adalah dalam menunjukkan bahwa kelaparan mereka lebih parah, kebutuhan mereka lebih mendesak, penderitaan mereka lebih menyiksa, dan karena itu kepedulian kita pada permasalahan yang membuat kita memprioritaskan mereka. -Filosof Oxford Joseph Ras-

APA

Apa yang bisa di harapkan dari ketidak pastian, semua yang tersusun, teranvana dengan saintifik ambruk luluh lantah sekitar 1989, begitupun individualis yang buas dengan jargon laissez faire mengacaukan manusia dan alam. Adakah harapan baru?

MUSIM

Dan petani desa diragukan oleh musim Petani ragu terhadap ilmu musim warisan turun temurun Sementara lahan tergenang air Sekali waktu kering kerontang Hanya basah keringat keluhan Sedangkan keluarga dirumah butuh makan Anak butuh ongkos sekolah Belum lagi jajanan yang selalu mengiming-ngimingnya

OBOR

Karena berpengetahuan tidak memandang usia, kesibukan, dialah yang akan menjadi penerang dalam menjalani kehidupan ini. Di kala tersesat pengetahuan akan membantu menjadi peta petunjuk untuk sampai tujuan. Semangat berpengetahuan dia sangat tinggi, sedari kecil sudah dipatrikan oleh keluarganya tentang pentingnya berilmu pengetahuan, ia di critakan ayahnya tentang kisah Sulaiman yang lebih memilih ilmu pengetahuan daripada harta dan kekuasan. Dengan pengetahuan itupula sulaiman mendapatkan yang lain. Tidak hanya cerita itu saja, ia juga di didik setiap habis subuh untuk belajar; blajar Alqur'an, hafalan bait-bait nadzam tentang nahwu-shorof dan aqoid seket.

DESKRIPSI

Aku keberatan melaksanakan pemikiran, ragaku bukan pemuas otakku, perutku bukan pemuas rasa laparku, ejakulasiku bukan pemuas nafsuku. Apa yang harus dilaksanakan tubuh yang malas menuruti pikiran, tubuh yang tak pernah diolah menjadi kuat tangguh, karang tidak dikatakan kuat kalau tanpa gelombang, sekeliling tubuh banyak tubuh yang lain berisi prasangka, curiga, ragu, dan rasa tidak percaya. Apa jadinya tubuh ini yang merdeka dari kepala, merdeka dari lapar, merdeka dari nafsu.

REKAM

Peristiwa banten selatan salah satu novel sejarah karya Pramudya yang memotret pristiwa DI. Bagian awal berisi peta wilayah dan kondisi, setelah itu tokoh Tanta muncul dengan segala kenaifan keputusasaan namun masih menyimpan optimesme untuk keluar dari kondisi yang suram, keyakinan dia mulai bangkit dari ketertindasan timbul berkat dorongan sang istri. Peran antagonis dimainkan oleh Musa sebagai juragan tuan tanah yang menipu Ranta dan beberapa penghuni desa, mereka ditipu dengan mencuri bibit karet dan disetorkan kepada musa setelah terkumpul upahpun tak dikasih malah diancam akan di laporkan. Pram piawai mengungkap borok sekaligus mendelegitimasi citra orang DI lewat sosok juragan Musa, dia ditampilkan sebagai penipu, culas, dan tidak menghargai istrinya sendiri. Dari kisah itu, DI yang bernafaskan Islam terlihat antagonis karena digunakan untuk menindas orang lain, dan saat ini digunakan sebagai alat politik praktis bahkan sebagai gerakan yang mengganggu setabilitas nasional.

HUJAN

Hujan telah mengguyur kampus menjadi pembatas orang-orang yang mau keluar kelas, enaknya ngopi di depan kelas gitaran sambil nyanyi "buk, kapan saya mau diwusuda" terdengar menyedihkan karena yang nyanyi mahasiswa semester limit, tragis. Hujan terus mengguyur membasahi yang menantang tanpa perlindungan. Spanduk tadi pagi yang berisi tuntutan revolusi pendidikan basah dibuatnya.

LANJUTAN

Ya, rezeki masih ditangan sangkuasa, masih tergenggam erat menunggu ada yang meminta dan dia memilih mengaisnya di tempat sampah yang jorok penuh bau busuk menyengat. Dia tidak alergi dengan kuman, nampaknya imunya dobel, barangkali itu anugerah, tanpa sarung tangan tanpa alas kaki dia masuk dalam kubangan sampah bagaikan penyelaman mencari mutiara disamudra. Tanpa masker, nampaknya dia sudah bersahabat dengan bau busuk, berani kotor itulah dia, berani menahan itulah dia

DARI TEMPAT SAMPAH KE TEMPAT SAMPAH

Angin siang ini ribut sekali hampir menerbangkan terpal hijau yang menjadi atap Angkringan di pinggir trotoar Tamsis, di tambah terik yang menyengat siapapun yang tak punya perlindungan. Asapa mengepul disudut meja angkringan, ya itu dari arang baunya terasa bersahabat seperti bau setrika tempo dulu. Sengatan semakin panas berbeda dengan tempat makan amereka yang berdiri gagah disamping belakang angkringan, didalamnya ber AC pembelinya pun pakai mobil. "Mbak, tambah toyo petak malih, rasane ngorong tenan." Aku hanya mengamati gelagatnya mencoba menerka siapakah dia, sekilas mirip indro tapi berbeda nasib, ahh memang nasib susah ditebak seperti hari esok yang misteri, "niki, ditambah gulo mboten". "Sampun, toyo mawon, ngorong niki." Aku pikir tukang parkir, karena sesekali ia menikmati esteh yang sudah habis ditimpa dengan air putih sambil mengobrol tentang motornya dengan tukang ojek online, ada hasrat ingin pindah dari raut wajah. "Nanti anakku wae...

KISAH

Tadi pagi baca koran pada kolom "membaca indonesia" ada hal lucu terkait wajah Gajah Mada yang selama ini mewakili rupa tokoh fenomenal dimasa kejayaan Majapahit. Wajah itu dilukis oleh Mohammad Yamin, waktu itu mendapat kritikan dari kawan-kawan seperjuangannya karena lukisan Gajah Mada mirip si pelukis. Membacanya jadi ketawa-ketawa sendiri

ANAK ZAMAN

Hari ini bukan sekedar hari ini yang kita saksikan proses panjang dari masa kemasa membentuk peradaban yang kian lama kian pelik tak mudah difahami. Dari situasi yang sederhana kehidupan yang sekedernya cara berfikir yang sederhana kejahatan yang sewajarnya. Berganti dengan gelombang hegomonik dari yang kuat memperbudak yang lemah, badai perubahan menghantarkan peradaban pemilikan tanah yang diwakili oleh raja yang memicu keributan sehingga tatanan terkoyak-koyak oleh industrialisasi yang mampu menyingkirkan yang lemah, muka dunia diubah menjadi gelanggang perlombaan tanpa wasit tanpa aturan mengundang kejahatan laten, industrialisasi menjerat manusia didalam benang kusut yang membuat manusia susah mengenali KALATIDA.

SENJA

Berbicara dengan senja tanpa nafsu ingin menggila, kau bertanya padaku "apa bedanya cinta dengan nafsu?" Aku tak tahu, yang aku rasa hanya hasrat ingin mencumbu. "Bisa jadi, namun itu terlalu sederhana. Nafsu itu hanya kau Cinta itu kita." Senja cepatlah kau berganti aku semakin pusing dengan logikamu daripada kau mengoceh lebih baik kau bersihkan pikiranku dari lembutnya buah dada. "Bergaul dengan sehat tanpa harus ada yang merasa dirugikan dan bersalah, kau memang sudah tak takut dosa karena bagimu neraka adalah cerita buat menakuti anak kecil agar tidak berani minta uang jajan sama ibuknya". 0hhh bukan karena jajan itu terlalu ekonomis. "Agar manusia mau mengerjakan kebaikan dan mendapatkan pahala". Bukankah itu juga terlalu memepertimbangkan untung rugi. Tapi tak apalah kalau pemahamanmu baru sampai pada hal ekonomis.

PEREMPUAN

Perempuan bukanlah "wanito" wani ditoto (berani ditata) karena dia juga baguan dari manusia yang memiliki akal budi yang mampu menentukan langkahnya. Wanito yang memiliki kebiasaan anggun lembut dan didandani bagaikan dewi para bangsawan maupun priyai sudah lama kita tinggalkan, tidak lagi memakai jarik yang tak bisa membuat perempuan melangkah cepat dan lebih jauh. Perempuan bukan "wanito" yang hanya ditugasi untuk berdandan seperti boneka atau bahkan pemuas hasrat. Bukan pula jongos yang diatur untuk menyelesaikan segala urusan rumah atau bahkan tempat para suami meluapkan amarah. Perempuan itu manusia, dialah pintu gerbang kehidupan

RISAU

Dengan cara apa kemanusian dapat diwujudkan ditengah fungsi-fungsi masing-masing individu, yang menjadi pedagang lupa kemanusian inginnya untung dan untung, yang menjadi pejabat lupa kemanusiannya hanya sibuk promosi demi mendapatkan kenaikan pangkat, yang menjadi pelajar lupa kemanusiaannya hanya belajar dan belajar demi mendapatkan prestasi bagus. Nampaknya harus belajar dari jamaah masjid, disitulah kemanusiaan aktif, menundukkan diri pada yang lebih agung dan mengakui kelemahannya sebagai manusia.

CORETAN

Bermalam dengan kopi yang diseduh dengan imaji, dengan bumbu obrolan yang penuh cacian untuk masalalu. Padahal pintu telah ditutup dengan kunci yang dibuang dilaut. Tiba-tiba dia mengetuk dengan membawa sejuta kenangan indah, aku tak sudi membuka tapi hasrat ingin mengintip dengan sebelah mata di bungkam, aku hanya ingin melihat rambutmu ternyata sekarang sudah tinggal sebahu, barangkali itu keinginan suamimu atau sebatas tuntutan profesi yang menghendaki rapi. 3 januari kau menikah dengan tentara yang sudah mempunyai gaji tetap dan tentunya sehat jasmani ataupun rohani tapi ujian jarak akan menjadi makanan sehari. Semoga kau masih ingat dengan gombalanku "kalau cinta itu berani jauh" agar perkawinanmu tetap langgeng. Oh iya apakah hobimu masih mengahabiskan waktu di mol, aku dulu menjulikimu seperti boneka di pertokoan, selalu update berbagai macam fasion, walaupun masih banyak guna sudah diganti, begitulah bentuk sederhana dari konsumerisme, semoga kau sadar kalau sekaran...

LAGU LAMA

Kesejahtraan sosial menjadi impian seluruh rakyat Indonesia. Untuk mewujudkan impian kolektif tersebut bertumpuk undang-undang sebagai jembatan untuk menuju cita-cita ideal. Namun baru-baru ini ada data yang menyebutkan bahwa kekayaan empat konglomerat mengimbangi kekayaan 100 juta rakyat miskin seantero Nusantara. Lalu, apa guna undang-undang yang mengatur kesejahteraan sosial bagi rayat. Barangkali itu bukan undang-undang, tapi nyanyian yang didendangkan saat kampanye.

GAK JELAS

Sepasang kekasih memadu kasih dengan hujan dan senja, semilir angin dingin tak terasa, tak ada kata dan cerita hanya pandang dan saling pegang. Hidup perlu cinta, cinta yang hidup sejati dan akan merasakan kehidupan yang sesungguhnya.

PIYE KABARE

Ditangan pemudalah terletak masa depan Indonesia (Bung Karno) Ucapan itu untuk Djamal Ali sebagai wakil pemuda yang bertugas untuk menyampaikan hasil resolusi yang dilakukan oleh para pemuda, darah muda darahnya orang yang mendidih tak sabar melihat keadaan rakyatnya yang dalam kondisi terjajah ahirnya mereka mendesak golongan tua untuk segera melaksanakan kemerdekaan. Sekarang, apa kabar pemuda?

ABSENSI

Sekarang aku benar-benar yakin bahwa hal yang paling penting dalam pembelajaran di kelas adalah absen. Ketika mahasiswa mendapatkan dosen yang toleran dalam hal absensi memilih untuk tidur di kamar atau sekedar ngopi, dan ketika dosennya tidak mentolerir absensi kelas ful walaupun banyak yang tidur atau bahkan internetan, mainan HP. Terkadang juga ada dosen yang masuk kedalam kelas hanya berbekal absensi dan cerita ngalor-ngidul membuat  pendengar tertidur. Absen menjadi orientasi sehingga menafikan esensi belajar, iklim dikelas tidak partisipatif, beradu argumen atau mengkritisi yang seharusnya menjadi semangat akademis tidak terjadi hanya senyap dan suara AC. Lebih baik perkuliahan dilakukan lewat WA karena diruang itu orang-orang lebih suka beradu pendapat dengan berbagai sumber. Dan yang paling penting tak perlu absensi.