Sejenak melepaskan leleah pada kursi kecil dikedai, aku memesan wedang jeruk panas dan aku duduk didepan perempuan yang stiap hari disibukkan dengan beban tugas kampus, barangkali memang itulah kegiatan akedemisi yang jarang sekali dapat aku rasakan, setiap ada tugas aku hanya menitipkan nama dan NIM, akademisi yang selalu nugas berasa seperti sore tanpa jingga, kurang lengkap, metaforku terlalu alay tapi irulah yang menurutku pas untuk sekedar belajar berfikir. Ada apa dengan berfikir hingga menurut sebagian orang itu suatu hal yang sangat penting bahkan dalam dunia pelajar dibisakan untuk berfikir dengan berdiakusi dan mengerjakan tugas. Mungkin berfikir suatu hal yang sangat penting bahakan menurut para pemikir berfikir itulah yang membedakan dirinya dengan hewan. Pandangan yang berbanding terbalik dengan pendapat sebelah bahwa yang membedakan manusia dengan hewan adalah cara kerjanya dan itulah yang menjadi pendorong timbulnya berbagai macam peradaban.
Luthfi ‘Afif *) Dalam berita baru-baru ini sering muncul kejadian pararel, seperti pemboman di paris, isu pemboman pada acara tahun baru, sampai pemboman di jakarta. Kejadian itu seolah-olah sudah menjadi agenda yang terkonsepkan dengan rapi, di payungi dalam agenda teror yang katanya si pengamat di lakukan oeleh ISIS. Sebelumnya ada juga berita yang termasuk dalam rangkaian paralel dalam kejadian yang membahayakan ketika selfi, dari mulai selpi di bibir kawah merapi, ditebing yang curam, sampai di kebun bunga yang berakibat kerusakan. Bentuk rentetan ini walaupun tidak saling terkoordinasikan antara satu dengan yang lain, akan tetapi peristiwa ini tersatukan oleh platfrom yaitu narsisme. Kedua berita tersebut mempunyai kesamaan yaitu; sama-sama caper (pengen exis), sama-sama kurang kerjaan, sama-sama mulgoh (pekerjaan yang sia-sia), dan sama-sama merugikan orang lain. www.nyunyu.com Coba mari sama-sama kita analisa dengan kacamata plus, pertama kesamaan tent...
Komentar
Posting Komentar