Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2017

AHIR BULAN

Januari (hujan berhari-hari), pada bulan ini sering kita saksikan fenomena banjir yang melanda berbagai daerah. Banyak yang merasa rugi akibat banjir, terutama petani yang gagal panen dan pemuda-pemudi yang lagi janjian. Tapi, ada juga sebagian kelompok yang menganggap banjir ini sebagai berkah. Siapakah meraka, yaitu; anak-anak sekolah(terutama yang dapat PR MATEMATIKA), mereka gembira karena sekolah di liburkan gara-gara banjir, mereka gembira karena PRnya tidak jadi di kumpulkan. Pak tani dan anaknya yang sekolah berbeda dalam menyikapi banjir. Apalagi persoalan yang lain.

NAPOLEON BONAPARTE

Santo Simon diatas kuda itulah julukan Napoleon Bonaparte, seorang pemimpin yang menghabiskan waktunya berperang diatas kuda. Begitu banyak darah mengalir selama dia memimpin, peperangan, ekspansi, pembantaian, perusakan. Namun banyak rakyat yang mencintainya, kenapa? Pasti jawabannya karena, karena Napoleon prinsipil, dermawan kepada orang miskin, banyak menciptakan lapangan pekerjaan, dia juga yang menaikkan upah bagi pekerja. Merebut hati rakyat bukan dengan retorika, mantra, wibawa, janji politik(iming-iming semu) tapi dengan program kongkrit, terukur serta berpihak terhadap rakyat. Itulah kunci pemimpin yang baik, yang di gandrungi oleh rakyat, ntah dengan konsekwensi mengalirkan darah bahkan perang yang penting hasilnya bisa dirasakan rakyat. Jadi gimana? Iseh penak zamanku to?

UMBARAN

Umbaran mulai membaca Becoming Che beberapa hari sebelumnya, di bawah pohon mangga yang tak pernah berbuah depan kamar kos-kosannya. Lembar demi lembar ia baca dengan sungguh. Kemudian Umbaran meninggalkan buku itu sejenak karena dia harus menghadiri diskusi penting perihal UKT yang dinilai regulasinya tidak tepat sasaran, membuat mahasiswa banyak yang terpaksa cuti, bukan karena malas mengantri di bank tapi karena meraka tidak mampu membayar. Pro kontra mewarnai forum diskusi itu, hingga ahirnya pada titik kesimpulan yang harus disikapi, bahwa: pengelompokan UKT berdasarkan kemampuan ekonomi mahasiswa, atau pihak lain yang membiayainya. Seperti yang termuat dalam regulasi peraturan Mentri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Repulik Indonesia No 22 Tahun 2015 tentang Biaya Kuliah Tunggal dan Uang Kuliah Tunggal pada kampus ini dinilai serampangan, implementasinya tidak tepat sasaran ada yang tidak mampu mendapat UKT tinggi ada yang kaya mendapat jatah yang rendah, dan masih ada ...

Orasi Cicero

Di suatu kesempatan, Cicero (orator ulung, ahli politik, filsuf, ahli hukum, negarawan) berpidato di hadapan para senat dan rakyat " Ada pepatah lama tuan-tuan, dikalangan pedagang pasar Marcellum, bahwa ikan membusuk mulai dari kepala sampai ekor. Dan jika ada yang busuk di Roma saat ini-dan siapa yang meragukan hal itu?- terang-terangan aku menjawab kebusukan itu di mulai dari kepala. Kebusukan itu di mulai di senat. Hanya satu hal yang harus dilakukan pada kepala ikan yang busuk dan bau, kata para pedagang: memotong dan membuangnya! Tetapi di perlukan pisau yang baik untuk memenggal kepala itu. Karena itu adalah kepala aristokrat dan kita tau seperti apa kepala aristokrat itu, kepala itu bengkak akibat racun korupsi dan mengembung akibat sikap angkuh serta pongah. Diperlukan tangan yang kuat untuk menggunakan pisau itu, juga saraf yang mantap, karena leher mereka terbuat dari kuningan, kaum aristokrat ini, sungguh: leher kuningan, mereka semua! Kini dipundak kalian, jatuhlah...