Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2018

Berkawan

Komsekwensi manusia sebagai mahluk sosial adalah dia tidak bisa benara-benar mandiri, selalu butuh peran orang lain, contoh makan butuh yang dimakan untuk memenuhi itu semua dibutuhkan orang lain. Galau butuh curhat, curhat paling enak adalah dengan teman dekat, iya to. Ini membuktikan manusia tidak bisa hidup sendiri, agar hidup manusia menjadi ringan dari beban hidup, berkawanlah. Mencari kawan memang tak semudah mencari musuh yang kita tinggal misuh datanglah musuh, kawan lain butuh pendekatan butuh uji kebersamaan nah kalau klop, tidur bareng, makan bareng, susah senang dirasa sama, itu baru sah dinamakan kawan. Ada yang bilang hubungan perkawanan bisa lebih dari hubungan saudara, bisa lebih dari hubungan pacar, bahkan hubungan pernikahan, tentunya dengan batas-batas tertentu. Hubungan perkawanan yang klop itu diikat oleh semacam cinta yang sifatnya "platonik" orientasinya adalah keihlasan, semua yang dilakukan atas dasar keihlasan. Mempunyai kawan yang bener-benar ...

Kamu yang Mana

Doyan Makan/ Gak Doyan Makan Banyak orang yang makannya sulit, bukan karena ngirit, diet atau gak punya duit tapi memang nafsu makanya rendah. Keunggulan dari orang model tersebut adalah sangat peka terhadap cita rasa dari makanan. Berbeda halnya dengan orang yang 'nggamesan' alias doyan ngunyah, apapun yang ada didepan matanya dikunyah kecuali oseng-oseng batu. Orang macam ini cocok jadi presenter dalam acara kunyah mengunyah. Tapi jangan ditanya soal cita rasa, karena apapun makanan yang disantap pasti akan di bilang mak-nyus, top markotop, lezat, enak dan sebutan lainnya. Orientasi makan bagi orang nggragas bukan soal cita rasa. Dimata-nya semua makanan itu adalah rizeki maka dari itu wajib disukuri, apa lagi kalau dihidangkan berporsi-porsi rasa sukurnya akan berlipat ganda. O

Makna Hidup

Kehidupan mengalir seperti air, tapi jangan sampai terbawa arus. Dan agar tidak terbawa arus harus mempunyai prinsip yang kuat. Badai kehidupan datang silih berganti yang akan menempa kita menjadi pribadi yang tangguh, tidak cengeng. Hidup bagaikan mengarungi samudra, terkadang digoncang badai, kadang juga mengalir tenang tanpa goncangan, setiap orang pasti memilih yang kedua, namun tak ada pelayar yang tangguh tanpa menaklukkan amukan badai. Jadi tergantung, mau jadi pelayar yang tangguh mengarungi samudra kehidupan atau ingin menjadi pelayar biasa yang selalu menginginkan ketenangan dan takut pada ujian. Itu semua tergantung masing-masing dari kita, karena kita diberi kebebasan untuk memilih. Yang perlu di ingat pilihat yang baik itu didasari akal dan pertimbangan nurani, bukan salah satunya. Zaman semakin maju, penghuni bumi makin padat, semuanya menjadi terasa sempit. Kemajuan dari setiap zaman menciptakan badainya sendiri-sendiri dan setiap zaman juga akan memunculkan pelayar ...

Bintang Jatuh

Saat malam menjelang, Risa, mulai menata kursi kecilnya didekat jendela, agar ia bisa berjumpa dengan bintang jatuh, bintang yang dapat mengabulkan segala permohonan. Bintang mulai menyebar berlatar langit hitam, kerlipnya indah seperti kedipan bayi mungil yang belum terkontaminasi oleh duniawi dan belum mengerti apa itu patah hati, sinar bulan terang dari rembulan yang tak bulat penuh di tanggal sepuluh. Sesekalai pandangan Risa beralih pada pepohonan diluar jendela, ada bintang-bintang bumi berterbangan, kunang-kunang yang menurut cerita merupakan metamorfosa dari kukunya orang mati. Bising jangkrik yang saling bersahutan, tak terdengar serak suara kodok karena musim kemarau. Sudah malam ke sepuluh Risa menanti bintang jatuh di balik jendela kamarnya. Itu berarti sudah sepuluh hari juga ia menahan sakitnya kehilangan, tak ada yang lebih menyakitkan bercampur kekecewaan dari pada penghianatan dari orang yang dicintai, ditambah kenangan manis yang terakumulasi selama empat tahun da...