Langsung ke konten utama

Makna Hidup

Kehidupan mengalir seperti air, tapi jangan sampai terbawa arus. Dan agar tidak terbawa arus harus mempunyai prinsip yang kuat. Badai kehidupan datang silih berganti yang akan menempa kita menjadi pribadi yang tangguh, tidak cengeng.

Hidup bagaikan mengarungi samudra, terkadang digoncang badai, kadang juga mengalir tenang tanpa goncangan, setiap orang pasti memilih yang kedua, namun tak ada pelayar yang tangguh tanpa menaklukkan amukan badai. Jadi tergantung, mau jadi pelayar yang tangguh mengarungi samudra kehidupan atau ingin menjadi pelayar biasa yang selalu menginginkan ketenangan dan takut pada ujian. Itu semua tergantung masing-masing dari kita, karena kita diberi kebebasan untuk memilih. Yang perlu di ingat pilihat yang baik itu didasari akal dan pertimbangan nurani, bukan salah satunya.

Zaman semakin maju, penghuni bumi makin padat, semuanya menjadi terasa sempit. Kemajuan dari setiap zaman menciptakan badainya sendiri-sendiri dan setiap zaman juga akan memunculkan pelayar yang tangguh yang mampu menaklukkan gelombang badai.

Itu hanya salah satu pandangan terkait memaknai kehidupan, boleh berbeda, seperti temanku, Hedon namanya, gadis periang dari keluarga kelas menengah yang tak pernah pusing memikirkan makna kehidupan. Sebelum ia lahir sudah kaya sebab waktu Hedon masih dalam kandungan ayahnya sudah membelikan ia lima unit pombensin, usaha tersebut berkembang beranak pinak sampai ia dewasa, dan sekarang entah berapa M pendapatan ia perhari. Dia tak pernah merasakan apa itu lapar, apa itu tidur tanpa alas adan hanya berbantal lengan, semua itu tak ada dalam bayangannya. Mulai dari ayahnya, sampai mbah-mbahnya tidak ada riwayat yang menderita penyakit miskin.

Semua orang pasti ingin dilahirkan seperti Hedon. Namun apa mau dikata manusia memiliki garis takdirnya masing-masing. Nasib baik memang tak bisa dipesan, akan tetapi bisa diusahakan selama itu maksimal dan didikung keberuntungan maka nasib baik akan segera menghampirimu.

Lalu dimana bukti makna hidup yang seperti mengarungi samudra, yang hanya akan melahirkan pelayar yang tangguh jika bertemu badai yang mengamuk bukan lautan yang teduh. Bukti makna hidup yang demikian bukan dari cerita si Hedon yang kaya sejak dalam kandungan, akan tetapi lihatlah tokoh-tokoh besar yang semula tidak siapa-siapa, namun karena dia berani menantang badai dan mampu menaklukannya, mereka yang semula biasa saja menjadi luar biasa. Ke luar biasaan tersebut bukan hanya diukur dari harta benda yang mereka miliki melainkan dari cita-cita besar yang mereka wujudkan dan sanggup menginspirasi.

Jangan tanya soal cita-cita besar pada Hedon, karena bagi dia, cita-cita hanya motivasi bagi manusia yang masih lemah. Kompetisi sudah menjadi hukum kehidupan, agar manusia tetap ada dalam arena kompetisi, di perlukan cita-cita agar yang lemah punya hasrat untuk menjadi lebih baik.

Jangan tanya siapa yang menciptakan kompetisi dalam kehidupan anggap saja itu hukum alam. Tapi kamu boleh curiga bahwa orang-orang macam Hedonlah yang menciptakan kompetisi tersebut. Bahkan ia dapat menghembuskan badai dan melahirkan pelayar yang tangguh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Mutakhir Ancaman Bangsa

 Luthfi ‘Afif *) Dalam berita baru-baru ini sering muncul kejadian pararel, seperti pemboman di paris, isu pemboman pada acara tahun baru, sampai pemboman di jakarta. Kejadian itu seolah-olah sudah menjadi agenda yang terkonsepkan dengan rapi, di payungi dalam agenda teror yang katanya si pengamat di lakukan oeleh ISIS. Sebelumnya ada juga berita yang termasuk dalam rangkaian paralel dalam kejadian yang membahayakan ketika selfi, dari mulai selpi di bibir kawah merapi, ditebing yang curam, sampai di kebun bunga yang berakibat kerusakan. Bentuk rentetan ini walaupun tidak saling terkoordinasikan antara satu dengan yang lain, akan tetapi peristiwa ini tersatukan oleh platfrom yaitu narsisme. Kedua berita tersebut mempunyai kesamaan yaitu; sama-sama caper (pengen exis), sama-sama kurang kerjaan, sama-sama mulgoh (pekerjaan yang sia-sia), dan sama-sama merugikan orang lain. www.nyunyu.com Coba mari sama-sama kita analisa dengan kacamata plus, pertama kesamaan tent...

NAMAKU NICCO

Pada episode ke 10 season II film DAVINCI DEMON mulai terlihat jelas siapa-siapa saja orang-orang di sekeliling Davinci, salah duanya adalah Andrea del Verrocchio yang dalam film sering ia panggil MAESTRO, beliau adalah guru lukis, dari belia Davinci sudah belajar teknik melukis dari sang MAESTRO, ketrampilan yang menakjubkan dari tangan Davinci yang diwariskan kepada peradaban.  Yang kedua adalah Niccollo Macievelli, umurnya jauh lebih muda dari davinci. Dalam film, sejak Macievelli masih kecil sudah berteman dengan Davinci, mereka belajar bersama, berkarya bersama, petualang bersama. Dalam episode-episode sebelumnya belum diperkenalkan nama lengkapnya, pada episode ke 10 Niko baru memperkenalkan diri, pada saat Venessa teman Niko yang mengandung darah dari adipati florence tidak mau untuk kembali istana.  Ini kutipan ucapan Nicco saat berdebat dengan penguasa Florence. "Florence adalah republik. Ini haknya, sebagai warga, untuk memilih bagaimana dan dimana dia ing...

anak zaman

Ada hal yang tidak mungkin dilakukan didunia ini, yaitu berdamai dengan waktu. Mengapa demikian, karena ruang dan waktu keduanya menjadi selimut tebal yang membalut jiwa kehidupan. Pepatah mengatakan "alon-alon asal kelaakon" pada saat yang tepat, pepatah itu sangat bijak, namun jika zaman menuntut semua serba cepat akan melibas semua yang lelet. Jawabannya harus tanggap situasi, peka terhadap keluh kesah zaman jika ingin tidak terseret. Disaat desa tidak bisa berbuat banyak, disaat generasi enggan mewarisi pola kehidupan pendahulu akan terjadi mutasi kebudayaan. Semua akan di cacah-cacah oleh kemajuan. Mengandalkan adaptasi. Bukankah itu pertahanan yang paling rapuh. Karena hidup bukan hanya mengikuti tanpa eksistensi produksi. Kreatif inovatif menjadi permintaan terbesar dari peradaban sekarang. Walaupun alam produktik akan tetapi tak ada skil pada penghuni yang tak menggunakan akal maka akan terlindas juga oleh kecepatan ide besar yang mampu merangkum sekaligus m...