Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

NOBAR G30S, HANYA MIMPI

Undangan dalam group WA selama tiga hari belakangan ini berisi NOBAR film G30s. Tak tanggung-tanggung, didalam undangan ada iming-iming fasilitas: 1. Tersedia 500 nasi kambing 2. Cemilan, kacang rebus dan aneka macam makanan ringan yang akan menemani penonton sampai film selesai. Ohhh, ada satu lagi lupa, acara ini juga dapat minum, natar keselek. Tapi merek minumannya saya belum mendapat informasi, kemungkinan apapun makannaanya minumnya pasti cair. Sungguh sangat menggiurkan, apalagi bagi mahasiswa rantau yang pas momen krisis di penghujung bulan. Cuma datang duduk pura-pura nonton dan perut kenyang. Tawaran yang sulit di tolak bung. Walaupun sangat dilematis, kalau datang ini menciderai kewarasan intelektual, padahal tiap hari bahasannya ekopol dan filsafat MDH. Tidak datang tapi dapat iming-iming yang menggiurkan. Ambil jalan tengah, berangkat mengatasnamakan melihat dan mencoba menjajaki logika berfikir orang-orang yang susah diajak waras dan yang jelas tujuan utama tercapai...

SAYANG

Apa kabar sayang, kenapa kau tak kunjung datang situasi negara ini sudah lepas dari sang diktator yang dulu pernah mengancam kita semua. Hari semakin terbuka tapi seluruh debu eksploitasi dari segala penjuru negara mengotori rumah kita. Rakyat kita bergumul dengan debu. Kini kita harus berhadapan dengan negara makelar yang telah lama mengencingi kita, mereka diizinkan oleh sang diktator dengan blueprin Jenewa. Negara kita bagaikan kue yang dipotong-potong tanpa membagi dengan rakyat. Haruskah kita terima perlakuan seperti ini. Kawan aku yakin kamu sekarang juga tau tentang bagaimana keadaan bangsa ini. Ketika sipil memimpin banyak yang ingin menggoyang tahtanya, apalagi pemimpin kita cenderung pro terhadap rakyat, walaupun jalan yang ditempuh dengan praktek kapitalisasi masyarakat. Memang sangat rumit mengurai benang kusut dari praktek liberalisasi yang ditanamkan selama lebih dari 30tahun dengan konsep otoriter birokrasi. Apa kabar sayang, aku rindu kekritisanmu ketika kita duduk ...

PEMUDA

Pemuda adalah jiwa pemberang yang selalu berkobar, ibarat palu godam yang bertugas menghacurkan eksistensi kekolotan. Dahulu abangnda Semaun berseberang dengan guru bangsa (Cokro Aminoto) watak pemberang yang selalu ingin membuat perubahan secara ekspres tercermin dalam jiwa muda abangda Semaun. Begitu juga era Soekarno yang masih menyandang Ir militansi dalam mengusir penjajah begitu luar biasa. Juga barisa pemuda Menteng begitu gigih mendesak Soekarno untuk mendeklarasikan kemerdekaan dalam tempo sesingkat-singkatnya. Pemuda yang menuntut Tritura dengan gagah menggelar demonstrasi di ibu kota, juga pemuda 98 yang dengan gigih berani melawan regim otoriter orba. Pemuda-pemuda gagah berani dan selalu menentang statusquo apakah masih seperti itu dihari menjelang tua, dihari dimana sudah direcoki dengan jatah bulanan oleh istri, biaya sekolah anak dan lain-lain. Gie dengan mengutip perkataan filsuf Yunani pernah berkata "bahwa nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedu...

NIKAH SIRRI

Kemajuan teknologi komunikasi begitu dahsat, masyarakat dapat menerima isnformasi secepat kilat. Kali ini jagat maya digegerkan dengan fenomena nikah sirri yang dikelola lewat internet dengan jargonnya "mengubah zina menjadi ibadah" jan. Berbagai kalangan merespon kejadian tersebut, ada yang menganganggap ini prostitusi gaya baru yang berdalih demi kemaslahatan dan mengentaskan kemiskinan. Mengentaskan kemiskinan dengan nikah sirri, aduh ini logika dari mana kakak? Wong nikahnya aja diam-daiam disembunyikan yang penting sah dan bisa pipis enak tanpa dosa. Pernikahan yang bagi masyarakat merupakan hal yang sangat sakral dan mempunyai nilai sosial, karena bukan hanya pipis enak yang menjadi tujuan, tapi penyatuan dua karakter yang berbeda, dua keluarga yang berbeda, dua kebudayaan yang berbeda. Negara tidak menganggap pernikahan yang tidak di syiarkan dalam kontek ini tidak tercatat dalam negara, demi kemaslahatan kedepannya, karena kalau tidak tercatat kalau dalam perjal...

Kamar ~kontemplasi~ mandi

Waktu yang paling damai adalah sendiri dikamar mandi, di temani rokok sebatang sambil mendengarkan gemricik air keran yang riuh harmoni. Walaupun bau sampah organik menyengat bisa terabaikan dengan asap tembakau yang pekat. Kedamaian ini tak bisa ditukar dengan kemewahan apapu, sok. Saat ngeden sambil merefleksi semua gejala yang terjadi pada semesta.  Diruang inilah gagasan ini bisa mengalir deras seperti air kran, dan lancarnya kencing sekaligus lancarnya boker akibat mengkonsumsi buah pepaya, lancar tanpa hambatan. Aku bisa bisa menyebutnya ruang paling ideal untuk berkontemplasi, tapi jangan sekali-kali berkontemplasi tentang tuhan disini, tak ber ahlaq. Kamar mandi yang terstigma menjadi tempat sembunyi segala begejil dan antek-anteknya, barangkali kurang kerjaan ada tempat yang lebih luas dan nyaman kenapa mereka harus dikamar mandi, harusnya di mol disana banyak diskon dan mbak-mbak cantik yang terhipnotis oleh konsumerisme. Jika kamar mandi menjadi temp...

MELAWAN ~INGAT~ LUPA

Perjuangan melawan kekuasaan adalah perjuangan memori melawan lupa. Sabda Kundera begitu memukau, karena mewakili peristiwa yang terjadi di ceko, saat tiang gantungan menjadi saksi bisu meregang nyawa mentri luar negri. Kundera tidak meratapi masalalu, dia beranggapan mengingat dan melupakan merupakan tindakan politis, keduanya berada pada ranah politik, sejarah, dan kehidupan pribadi. Dalam rentetan narasi sejarah Indonesia banyak sekali yang perlu di ingat dan untuk di pelajari, bukan untuk memojokkan golongan satu dengan yang lain. Namun yang terjadi demikian masalalu diseret kembali kedalam gelanggang politik sehingga bukan pelajaran yang didapatkan akan tetapi malah tambah memperkeruh keadaan. Masalalu di goreng ulang dan ditambah dengan bumbu dramatis agar lebih gurih dan lezat untuk dikonsumsi masyarakat, 65 menjadi menu tahunan yang tak kunjung selesai dihidangkan. Ditambah dengan pernyataan bangkitnya kembali partai yang telah di larang dengan 15000 anggota yang entah da...

POLEMIK G30S

Sejarah dalam wujudnya memberikan pengertian tentang masa lampau. Sejarah bukan sekadar melahirkan kriteria dari kejadian di masa lalu sebagai masalah. Sejarah tidak sekedar kejadian masa lampau, tetapi pemahaman masa lampau yang didalamnya mengandung berbagai dinamika, mungkin berisi problematik pelajaran bagi manusia berikutnya. Moh Hatta. sejarah memiliki nilai edukasi dari problem yang telah lampau agar tidak terjadi sebagaike pembiaran dan pengulangan kesalahan. Problema yang terjadi ketika pengungkapan fakta dari berbagai intepretasi menghasilkan pelemik yang tak berkesudahan dan pada ahirnya perjalanan menuju kemajuan tertawan pada masa lalu. Persoalan yang paling menonjol adalah polemik G 30S yang selalu mengundang konflik. Tragedi kekejaman yang meminta tumbal ribuan nyawa telah menorehkan luka yang tak kunjung bisa disembuhkan. Usaha pendampingan terhadap korban yang tidak tau apa-apa selalu berujung pembubaran dan kecurigaan akan tumbuh kembangnya komunisme yang telah...

UNTUK INDONESIA

BINATANG JALANG

PUISI

PEREMPUAN

PANCASILA