Langsung ke konten utama

POLEMIK G30S

Sejarah dalam wujudnya memberikan pengertian tentang masa lampau. Sejarah bukan sekadar melahirkan kriteria dari kejadian di masa lalu sebagai masalah. Sejarah tidak sekedar kejadian masa lampau, tetapi pemahaman masa lampau yang didalamnya mengandung berbagai dinamika, mungkin berisi problematik pelajaran bagi manusia berikutnya. Moh Hatta.
sejarah memiliki nilai edukasi dari problem yang telah lampau agar tidak terjadi sebagaike pembiaran dan pengulangan kesalahan. Problema yang terjadi ketika pengungkapan fakta dari berbagai intepretasi menghasilkan pelemik yang tak berkesudahan dan pada ahirnya perjalanan menuju kemajuan tertawan pada masa lalu. Persoalan yang paling menonjol adalah polemik G 30S yang selalu mengundang konflik.

Tragedi kekejaman yang meminta tumbal ribuan nyawa telah menorehkan luka yang tak kunjung bisa disembuhkan. Usaha pendampingan terhadap korban yang tidak tau apa-apa selalu berujung pembubaran dan kecurigaan akan tumbuh kembangnya komunisme yang telah lama terkubur dalam dalam kenangan. Usaha diskusi sebagai jalan untuk melihat fakta sejarah agar lebih jernih dalam menyikapi masalalu, yang mampu mengkonter  narasi tunggal yang di lakoni oleh orde baru yang di wujudkan dalam filim teror, dan buku-buku sejarah yang selalu di jejalkan pada masyarakat. Begitupun yang terjadi di YLBHI diskusi dalam tema 65 juga berujung ceos akibat ormas yang bebal dan pembiaran aparat dalam mengawal kejadian tersebut.

Sejarah sebagai pelajaran belum bisa terlaksana ketika masa lalu menjadi tarik menarik kepentingan apalagi hanya dijadikan bahan politik untuk menyudutkan lawan, belum lagi poster, baliho-baliho yang di pasang di pinggir jalan yang menteror semua mata yang memandang, “Awas bahaya latin komunisme”, di tambah dengan cerita fiktih dari purnawirawan tentang bangkitnya orang-orang komunis.

Lalu kapan beranjak dari masa lalu sedangkan luka lama masih dipelihara bahkan dimodifikasi dengan cerita-cerita hayali yang sampai sekarang belum dapat dibuktikan kebenarannya, barangkali bangsa kita memang belum siap dengan sejarah yang ilmiah berdarkan fakta adanya, bangsa kita masih suka dengan dongeng-dengan magis yang bersumberkan “katanya”.

Awas bahya latin komunisme

Menakuti dengan bayang-banyang masalalu yang telah sirna di telan zaman dengan baliho, dengan pembubaran diskusi dengan pembredelan buku yang dianggap menjadi ladang tumbuhnya ideologi yang diharamkan tumbuh di negri ini lewat Tap MPR No 25. Hal ini akan menjadi agenda rutin selama sejarah belum di jernihkan. Padahal dinegara yang pernah menerapkan komunisme sudah ditinggalkan. Praktek komunisme di Uni Sovietruntuh bersama tembok berlin  dan RRT terbukti gagal dengan menjujung tinggi pasar bebas. Pertahanan terakhir dari ideologi teasebut di Kuba juga tak bisa kukuh setelah meninggalnya Caves terjadi perang saudara dan krisis. Di Korea Utara komunisme jadi dinasti Kim yg menindas dan arogansi dengan nuklirnya. Terus apa yang di takutkan dari bayangan masa lalu yang sudah ditelan zaman.

Barangkali yang menjadi pijakan untuk waspada terhadap komunis adalah kekuatan mereka mengorganisasikan diri setelah dibabat habis tahun 26, kemudian diera kemerdekaan kembali tampil dalam gelanggang, lalu 48 di tumpas dan tahun 50an dapat urutan ke empaempat dalam pemilihan, keren bukan.

Dari sketsa perjalanan sejarah yang dilalui komunisme di Indonesia mengalami perjalanan yang sangat unik sebab mereka selalu mempunyai daya tarik untuk Come back. Mungkin itulah yang di takutkan oleh orang-orang yang memasang bener “awas bahaya latin komunis”, bukan hanya memasangan bener saja untuk menanggulangi kemungkinan come back komunisme, berbagai upaya dilakukan, seperti pemberangusan buku, pembubaran diskusi, simposium yang dilakukan oleh extapol, pembubaran festifal belok kiri. Membubarkan diskusi di YLBHI. Dalam hal ini penulis sendiri tidak takut, karena semangat come back sudah tidak dimungkinkan kembali, ditingkat internasional komunis sudah menjadi cerita tidak ada agenda rebut alat produksi dan membentuk soviet-soviet lewat agenda internasonalismenya, penulis lebih takut terhadap bahaya lati orba, yang masih berpontensi besar tumbuh, kan dari kalangan lalat hijau yang selalu menghembuskan cerita mistis untuk menteror masyarakat.

Geng Orba yang dimotori AD untuk memasukkan Supersemar dalam TAP MPRS No 9 tahun 1966. Tap ini kemudian dijadikan landasan bagi Soeharto untuk menyatakan bahwa secara konstitusional Soekarno tidak lagi memegang jabatan sebagai presiden. Selang waktu berjalan kekuasan Orba mulai runtuh, pada saat Indonesia dipimpin oleh presiden ke IV pernah ada wacana untuk mencabut TAP MPRS tersebut ini karena telah dianggap usang alias out of date, dan alasannya paling fundamental adalah kemanusiaan. Akan tetapi tidak banyak orang berani berubah. Sepanjang april 2000, Gus Dur banyak menerima tekanan dari berbagai pihak, seperti MUI, Parpol (Partai Bulan Bintang) yang menyatakan penolakan kerasnya terhadap Gus Dur. Massa FUII bahkan menggelar aksi di sepanjang jalan Medan Merdeka Utara waktu itu.

“Dewasa ini, para akademisi dan sejarawan menganggap bahwa dasar pertimbangan TAP MPRS no 25 tahun 1986 ini dianggap tidak logis dan terkesan berat sebelah. Fakta yang ditonjolkan dalam proposisi yang menjadi dasar pertimbangan hanya tuduhan bahwa PKI telah beberapa kali telah menjatuhkan pemerintahan RI dengan jalan kekerasan”, kata Mustofa Bahri, dosen hukum Tata Negara UI.

Sehingga, dari banyak diskusi yang terjadi setelah era keterbukaan ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa TAP MPRS No 25 1966 ini cacat hukum dan inkonstitusional karena bertentangan dengan UUD 1945 dan Supersemar yang menjadi dasar kemunculannya. Sementara, Marxisme dan Leninisme yang diannggap bertentangan dengan pancasila adalah alasan yang dicari-cari dan mengada-ada. Padahal, Bung karno telah membuat rumusan pancasila dari ideologi terssebut yang diramu dengan Declaration of Independencenya Amerika. Semua sudah tercantum di Pancasila kita.


Ingatan masa lalu yang memilukan memang menjadi beban ingatan yang harus segera diselesaikan, agar gerak menuju ke masa depan tidak terbayang-bayangi oleh luka masa lalu. Ingatan yang mengerikan memang bukan untuk di benci akan tetapi harus di selesaikan. Menurut sebagian orang, mengatakan hasil kesimpulan dari pernyataan tuntutan para extapol kurang akomodatif, karena hanya menelisik pada era 65 dan kebengissan regim orba. Mereka tidak melihat apa yang ia lakukan pada peristiwa sebelumnya. Upaya menuju jalan rekonsiliasi memang menuai banyak pro dan kontra, namun janganlah diperkeruh dengan aktifitas-aktifitas yang kurang beradab. Ingat bangsa kita terkenal dengan toleransinya, keramahannya, pemurah—samapai-sampai negara lain kaya dengan mengekploitasi sumber daya alam kita menjadi miskin, ya woles saja—jaadi upaya penyelesaiannya harus secara bijaksana, berdasarkan fakta sejarah agar masalalu dapat dijadikan pelajaran yang berguna untuk kemajuan bersama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Mutakhir Ancaman Bangsa

 Luthfi ‘Afif *) Dalam berita baru-baru ini sering muncul kejadian pararel, seperti pemboman di paris, isu pemboman pada acara tahun baru, sampai pemboman di jakarta. Kejadian itu seolah-olah sudah menjadi agenda yang terkonsepkan dengan rapi, di payungi dalam agenda teror yang katanya si pengamat di lakukan oeleh ISIS. Sebelumnya ada juga berita yang termasuk dalam rangkaian paralel dalam kejadian yang membahayakan ketika selfi, dari mulai selpi di bibir kawah merapi, ditebing yang curam, sampai di kebun bunga yang berakibat kerusakan. Bentuk rentetan ini walaupun tidak saling terkoordinasikan antara satu dengan yang lain, akan tetapi peristiwa ini tersatukan oleh platfrom yaitu narsisme. Kedua berita tersebut mempunyai kesamaan yaitu; sama-sama caper (pengen exis), sama-sama kurang kerjaan, sama-sama mulgoh (pekerjaan yang sia-sia), dan sama-sama merugikan orang lain. www.nyunyu.com Coba mari sama-sama kita analisa dengan kacamata plus, pertama kesamaan tent...

NAMAKU NICCO

Pada episode ke 10 season II film DAVINCI DEMON mulai terlihat jelas siapa-siapa saja orang-orang di sekeliling Davinci, salah duanya adalah Andrea del Verrocchio yang dalam film sering ia panggil MAESTRO, beliau adalah guru lukis, dari belia Davinci sudah belajar teknik melukis dari sang MAESTRO, ketrampilan yang menakjubkan dari tangan Davinci yang diwariskan kepada peradaban.  Yang kedua adalah Niccollo Macievelli, umurnya jauh lebih muda dari davinci. Dalam film, sejak Macievelli masih kecil sudah berteman dengan Davinci, mereka belajar bersama, berkarya bersama, petualang bersama. Dalam episode-episode sebelumnya belum diperkenalkan nama lengkapnya, pada episode ke 10 Niko baru memperkenalkan diri, pada saat Venessa teman Niko yang mengandung darah dari adipati florence tidak mau untuk kembali istana.  Ini kutipan ucapan Nicco saat berdebat dengan penguasa Florence. "Florence adalah republik. Ini haknya, sebagai warga, untuk memilih bagaimana dan dimana dia ing...

anak zaman

Ada hal yang tidak mungkin dilakukan didunia ini, yaitu berdamai dengan waktu. Mengapa demikian, karena ruang dan waktu keduanya menjadi selimut tebal yang membalut jiwa kehidupan. Pepatah mengatakan "alon-alon asal kelaakon" pada saat yang tepat, pepatah itu sangat bijak, namun jika zaman menuntut semua serba cepat akan melibas semua yang lelet. Jawabannya harus tanggap situasi, peka terhadap keluh kesah zaman jika ingin tidak terseret. Disaat desa tidak bisa berbuat banyak, disaat generasi enggan mewarisi pola kehidupan pendahulu akan terjadi mutasi kebudayaan. Semua akan di cacah-cacah oleh kemajuan. Mengandalkan adaptasi. Bukankah itu pertahanan yang paling rapuh. Karena hidup bukan hanya mengikuti tanpa eksistensi produksi. Kreatif inovatif menjadi permintaan terbesar dari peradaban sekarang. Walaupun alam produktik akan tetapi tak ada skil pada penghuni yang tak menggunakan akal maka akan terlindas juga oleh kecepatan ide besar yang mampu merangkum sekaligus m...