Kemajuan teknologi komunikasi begitu dahsat, masyarakat dapat menerima isnformasi secepat kilat. Kali ini jagat maya digegerkan dengan fenomena nikah sirri yang dikelola lewat internet dengan jargonnya "mengubah zina menjadi ibadah" jan.
Berbagai kalangan merespon kejadian tersebut, ada yang menganganggap ini prostitusi gaya baru yang berdalih demi kemaslahatan dan mengentaskan kemiskinan.
Mengentaskan kemiskinan dengan nikah sirri, aduh ini logika dari mana kakak? Wong nikahnya aja diam-daiam disembunyikan yang penting sah dan bisa pipis enak tanpa dosa. Pernikahan yang bagi masyarakat merupakan hal yang sangat sakral dan mempunyai nilai sosial, karena bukan hanya pipis enak yang menjadi tujuan, tapi penyatuan dua karakter yang berbeda, dua keluarga yang berbeda, dua kebudayaan yang berbeda.
Negara tidak menganggap pernikahan yang tidak di syiarkan dalam kontek ini tidak tercatat dalam negara, demi kemaslahatan kedepannya, karena kalau tidak tercatat kalau dalam perjalanan bahtera rumah tangga di hantam gelombang badai yang mengamuk, akan sulit dipertanggung jawabkan secara hukum.
Kalau hanya mengejar pipis enak dan memanipulasi sang pencatat amal kebaikan, yo karepmu. Atau hanya sekedar malas mengurus aturan poligami hingga hasrat nganumu tersandra yo karepmu. Tapi yang jelas kalau caranya dengan daftar nikah sirri di jagat maya itu percuma, karena tujuannya sirrinya tak tercapai, lawong dunia maya bisa diakses oleh siapapun, jadi maksut diam-diam malah terdeklarasikan. Kesimpulannya nikah sirri secara online cacat sejak dalam istilah, dan parahnya memakai jargon "mengubah zina menjadi ibadah", basah.
Berbagai kalangan merespon kejadian tersebut, ada yang menganganggap ini prostitusi gaya baru yang berdalih demi kemaslahatan dan mengentaskan kemiskinan.
Mengentaskan kemiskinan dengan nikah sirri, aduh ini logika dari mana kakak? Wong nikahnya aja diam-daiam disembunyikan yang penting sah dan bisa pipis enak tanpa dosa. Pernikahan yang bagi masyarakat merupakan hal yang sangat sakral dan mempunyai nilai sosial, karena bukan hanya pipis enak yang menjadi tujuan, tapi penyatuan dua karakter yang berbeda, dua keluarga yang berbeda, dua kebudayaan yang berbeda.
Negara tidak menganggap pernikahan yang tidak di syiarkan dalam kontek ini tidak tercatat dalam negara, demi kemaslahatan kedepannya, karena kalau tidak tercatat kalau dalam perjalanan bahtera rumah tangga di hantam gelombang badai yang mengamuk, akan sulit dipertanggung jawabkan secara hukum.
Kalau hanya mengejar pipis enak dan memanipulasi sang pencatat amal kebaikan, yo karepmu. Atau hanya sekedar malas mengurus aturan poligami hingga hasrat nganumu tersandra yo karepmu. Tapi yang jelas kalau caranya dengan daftar nikah sirri di jagat maya itu percuma, karena tujuannya sirrinya tak tercapai, lawong dunia maya bisa diakses oleh siapapun, jadi maksut diam-diam malah terdeklarasikan. Kesimpulannya nikah sirri secara online cacat sejak dalam istilah, dan parahnya memakai jargon "mengubah zina menjadi ibadah", basah.
Komentar
Posting Komentar