Langsung ke konten utama

PEMUDA

Pemuda adalah jiwa pemberang yang selalu berkobar, ibarat palu godam yang bertugas menghacurkan eksistensi kekolotan. Dahulu abangnda Semaun berseberang dengan guru bangsa (Cokro Aminoto) watak pemberang yang selalu ingin membuat perubahan secara ekspres tercermin dalam jiwa muda abangda Semaun.

Begitu juga era Soekarno yang masih menyandang Ir militansi dalam mengusir penjajah begitu luar biasa. Juga barisa pemuda Menteng begitu gigih mendesak Soekarno untuk mendeklarasikan kemerdekaan dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Pemuda yang menuntut Tritura dengan gagah menggelar demonstrasi di ibu kota, juga pemuda 98 yang dengan gigih berani melawan regim otoriter orba.

Pemuda-pemuda gagah berani dan selalu menentang statusquo apakah masih seperti itu dihari menjelang tua, dihari dimana sudah direcoki dengan jatah bulanan oleh istri, biaya sekolah anak dan lain-lain.

Gie dengan mengutip perkataan filsuf Yunani pernah berkata "bahwa nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan tersial adalah umur tua" (baca:Catatan Seorang Demonstran), mengapa dibilang tua adalah kesialan bahkan sampai ia mengumpat "generasi tua semuanya pemimpin-pemimpin yang harus ditembak mati di lapangan banteng" karena generasi tualah yang dianggap biang keladi yang salah dalam mengurusi negara.

Padahal generasi tua pada waktu mereka masih muda juga gigih dan militan dalam menentang kolonial belanda dengan segala bentuk praktek penijajahannya. Diera sekarang pemuda penentang regim orba juga telah banyak mendapat jabatan yang setrategis dalam pemerintahan, namun kebanyakan dalam prakteknya ia lupa terhadap idealismenya dimasa muda.

Menolak tua memang suatu hal yang mustahil akan tetapi menjaga idealisme adalah suatu keharusan untuk selalu berpihak kepada yang lemah. Menjaga idealisme telah di contohkan Gie, ia lebih baik diasingkan daripada tunduk pada kemunafikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Mutakhir Ancaman Bangsa

 Luthfi ‘Afif *) Dalam berita baru-baru ini sering muncul kejadian pararel, seperti pemboman di paris, isu pemboman pada acara tahun baru, sampai pemboman di jakarta. Kejadian itu seolah-olah sudah menjadi agenda yang terkonsepkan dengan rapi, di payungi dalam agenda teror yang katanya si pengamat di lakukan oeleh ISIS. Sebelumnya ada juga berita yang termasuk dalam rangkaian paralel dalam kejadian yang membahayakan ketika selfi, dari mulai selpi di bibir kawah merapi, ditebing yang curam, sampai di kebun bunga yang berakibat kerusakan. Bentuk rentetan ini walaupun tidak saling terkoordinasikan antara satu dengan yang lain, akan tetapi peristiwa ini tersatukan oleh platfrom yaitu narsisme. Kedua berita tersebut mempunyai kesamaan yaitu; sama-sama caper (pengen exis), sama-sama kurang kerjaan, sama-sama mulgoh (pekerjaan yang sia-sia), dan sama-sama merugikan orang lain. www.nyunyu.com Coba mari sama-sama kita analisa dengan kacamata plus, pertama kesamaan tent...

NAMAKU NICCO

Pada episode ke 10 season II film DAVINCI DEMON mulai terlihat jelas siapa-siapa saja orang-orang di sekeliling Davinci, salah duanya adalah Andrea del Verrocchio yang dalam film sering ia panggil MAESTRO, beliau adalah guru lukis, dari belia Davinci sudah belajar teknik melukis dari sang MAESTRO, ketrampilan yang menakjubkan dari tangan Davinci yang diwariskan kepada peradaban.  Yang kedua adalah Niccollo Macievelli, umurnya jauh lebih muda dari davinci. Dalam film, sejak Macievelli masih kecil sudah berteman dengan Davinci, mereka belajar bersama, berkarya bersama, petualang bersama. Dalam episode-episode sebelumnya belum diperkenalkan nama lengkapnya, pada episode ke 10 Niko baru memperkenalkan diri, pada saat Venessa teman Niko yang mengandung darah dari adipati florence tidak mau untuk kembali istana.  Ini kutipan ucapan Nicco saat berdebat dengan penguasa Florence. "Florence adalah republik. Ini haknya, sebagai warga, untuk memilih bagaimana dan dimana dia ing...

anak zaman

Ada hal yang tidak mungkin dilakukan didunia ini, yaitu berdamai dengan waktu. Mengapa demikian, karena ruang dan waktu keduanya menjadi selimut tebal yang membalut jiwa kehidupan. Pepatah mengatakan "alon-alon asal kelaakon" pada saat yang tepat, pepatah itu sangat bijak, namun jika zaman menuntut semua serba cepat akan melibas semua yang lelet. Jawabannya harus tanggap situasi, peka terhadap keluh kesah zaman jika ingin tidak terseret. Disaat desa tidak bisa berbuat banyak, disaat generasi enggan mewarisi pola kehidupan pendahulu akan terjadi mutasi kebudayaan. Semua akan di cacah-cacah oleh kemajuan. Mengandalkan adaptasi. Bukankah itu pertahanan yang paling rapuh. Karena hidup bukan hanya mengikuti tanpa eksistensi produksi. Kreatif inovatif menjadi permintaan terbesar dari peradaban sekarang. Walaupun alam produktik akan tetapi tak ada skil pada penghuni yang tak menggunakan akal maka akan terlindas juga oleh kecepatan ide besar yang mampu merangkum sekaligus m...