Ya, rezeki masih ditangan sangkuasa, masih tergenggam erat menunggu ada yang meminta dan dia memilih mengaisnya di tempat sampah yang jorok penuh bau busuk menyengat. Dia tidak alergi dengan kuman, nampaknya imunya dobel, barangkali itu anugerah, tanpa sarung tangan tanpa alas kaki dia masuk dalam kubangan sampah bagaikan penyelaman mencari mutiara disamudra. Tanpa masker, nampaknya dia sudah bersahabat dengan bau busuk, berani kotor itulah dia, berani menahan itulah dia
Luthfi ‘Afif *) Dalam berita baru-baru ini sering muncul kejadian pararel, seperti pemboman di paris, isu pemboman pada acara tahun baru, sampai pemboman di jakarta. Kejadian itu seolah-olah sudah menjadi agenda yang terkonsepkan dengan rapi, di payungi dalam agenda teror yang katanya si pengamat di lakukan oeleh ISIS. Sebelumnya ada juga berita yang termasuk dalam rangkaian paralel dalam kejadian yang membahayakan ketika selfi, dari mulai selpi di bibir kawah merapi, ditebing yang curam, sampai di kebun bunga yang berakibat kerusakan. Bentuk rentetan ini walaupun tidak saling terkoordinasikan antara satu dengan yang lain, akan tetapi peristiwa ini tersatukan oleh platfrom yaitu narsisme. Kedua berita tersebut mempunyai kesamaan yaitu; sama-sama caper (pengen exis), sama-sama kurang kerjaan, sama-sama mulgoh (pekerjaan yang sia-sia), dan sama-sama merugikan orang lain. www.nyunyu.com Coba mari sama-sama kita analisa dengan kacamata plus, pertama kesamaan tent...
Komentar
Posting Komentar