Hari ini bukan sekedar hari ini yang kita saksikan proses panjang dari masa kemasa membentuk peradaban yang kian lama kian pelik tak mudah difahami. Dari situasi yang sederhana kehidupan yang sekedernya cara berfikir yang sederhana kejahatan yang sewajarnya. Berganti dengan gelombang hegomonik dari yang kuat memperbudak yang lemah, badai perubahan menghantarkan peradaban pemilikan tanah yang diwakili oleh raja yang memicu keributan sehingga tatanan terkoyak-koyak oleh industrialisasi yang mampu menyingkirkan yang lemah, muka dunia diubah menjadi gelanggang perlombaan tanpa wasit tanpa aturan mengundang kejahatan laten, industrialisasi menjerat manusia didalam benang kusut yang membuat manusia susah mengenali KALATIDA.
Luthfi ‘Afif *) Dalam berita baru-baru ini sering muncul kejadian pararel, seperti pemboman di paris, isu pemboman pada acara tahun baru, sampai pemboman di jakarta. Kejadian itu seolah-olah sudah menjadi agenda yang terkonsepkan dengan rapi, di payungi dalam agenda teror yang katanya si pengamat di lakukan oeleh ISIS. Sebelumnya ada juga berita yang termasuk dalam rangkaian paralel dalam kejadian yang membahayakan ketika selfi, dari mulai selpi di bibir kawah merapi, ditebing yang curam, sampai di kebun bunga yang berakibat kerusakan. Bentuk rentetan ini walaupun tidak saling terkoordinasikan antara satu dengan yang lain, akan tetapi peristiwa ini tersatukan oleh platfrom yaitu narsisme. Kedua berita tersebut mempunyai kesamaan yaitu; sama-sama caper (pengen exis), sama-sama kurang kerjaan, sama-sama mulgoh (pekerjaan yang sia-sia), dan sama-sama merugikan orang lain. www.nyunyu.com Coba mari sama-sama kita analisa dengan kacamata plus, pertama kesamaan tent...
Komentar
Posting Komentar