Perempuan bukanlah "wanito" wani ditoto (berani ditata) karena dia juga baguan dari manusia yang memiliki akal budi yang mampu menentukan langkahnya. Wanito yang memiliki kebiasaan anggun lembut dan didandani bagaikan dewi para bangsawan maupun priyai sudah lama kita tinggalkan, tidak lagi memakai jarik yang tak bisa membuat perempuan melangkah cepat dan lebih jauh.
Perempuan bukan "wanito" yang hanya ditugasi untuk berdandan seperti boneka atau bahkan pemuas hasrat. Bukan pula jongos yang diatur untuk menyelesaikan segala urusan rumah atau bahkan tempat para suami meluapkan amarah.
Perempuan itu manusia, dialah pintu gerbang kehidupan
Perempuan bukan "wanito" yang hanya ditugasi untuk berdandan seperti boneka atau bahkan pemuas hasrat. Bukan pula jongos yang diatur untuk menyelesaikan segala urusan rumah atau bahkan tempat para suami meluapkan amarah.
Perempuan itu manusia, dialah pintu gerbang kehidupan
Komentar
Posting Komentar