Pagiku selalu hilang
Bening embun pagipun sudah habis di minum sang waktu yang dahaga
Tiba-tiba matahari muncul ditengah langit
Pagiku yang hilang
Burung-burung sudah mulai malas berkicau
Bunyi-bunyi kenalpot yang saling bersahutan
Sedang telingaku tak mampu ditembus
Asap-asap timbal mengepul bergelayut di awang-awang
Semantara hidung yang terbiasa menghisap
Difilter oleh paru-paru
Pagiku yang hilang
Roda menggelinding menuju batas kemanusian
Orang-orang dikejar oleh tuntutan
Kanak-kanak, pemuda munuju almamater
Dapur keluarga yang terlihat sibuk
Bos yang terlampau disiplin marah pada bawahan
Pagiku yang hilang
Bening embun pagipun sudah habis di minum sang waktu yang dahaga
Tiba-tiba matahari muncul ditengah langit
Pagiku yang hilang
Burung-burung sudah mulai malas berkicau
Bunyi-bunyi kenalpot yang saling bersahutan
Sedang telingaku tak mampu ditembus
Asap-asap timbal mengepul bergelayut di awang-awang
Semantara hidung yang terbiasa menghisap
Difilter oleh paru-paru
Pagiku yang hilang
Roda menggelinding menuju batas kemanusian
Orang-orang dikejar oleh tuntutan
Kanak-kanak, pemuda munuju almamater
Dapur keluarga yang terlihat sibuk
Bos yang terlampau disiplin marah pada bawahan
Pagiku yang hilang
Komentar
Posting Komentar