Menjelang sore aku sengaja membiarkan diriku disirami gerimis untuk sekedar membalas rindu bermain hujan-hujanan diwaktu kecil. Kukayuh sepeda mini menyusuri jalanan kota, yang semakin sesak dengan grobak modern menjejali jalanan. Semua orang terlihat buru-buru menghindari hujan saat pulang kerja. Lampu masih merah bising kenalpot dan klakson saling bersahutan seperti luapan amarah akibat tak sabar menunggu tanda hijau.
Sesampainya di pusat toko buku, dengan badan yang masih basah terkena gerimis
Maxim Girki merupakan salah seorang sastrawab Rusia, yang ikut serta dalam hiruk-pikuk revolusi sosialis 1917. Penulis novel "Mother", kumpulan cerita pendek "Tales of Italy" dan karya drama "The Lower Depth" ini dikenal sebagai sastrawan revolusioner, terutama gagasannya menganai sastra realisme sosialis.
Gabriel Garcia Marquez, dikenal melalui novel "One Hundred Years of Solitude", kumpulan cerita pendek "Innocent Erendira", serta beberapa karya lainnya yang membawanya meraih penghargaan Nobel Kesusastraan tahun 1982, membuatnya menjadi sastrawan terdepan Amerika Latin saat ini.
Jhon Steinbek, pengarang Amerika peraih Nobel Kesusastraan tahun 1962. Ketika ia merilis novel "In Dubious Battle", ia sempat diasingkan publik Amerika karena gagasan-gagasan kirinya di novel tersebut. Banyak menulis karya yang antara lain "Grapes of Wrath" (novel) dan "The Salinas Valay" (kumpulan cerita pendek)
Jean Paul Sartre, selain filusuf ia juga seorang penulis sastra. Karya-karyanya yang terkenal antara lain "Nausea" (novel), "The Wall" (kumpulan cerita pendek) dan beberapa naskah drama. Ia memperoleh Nobel Kesusastraan tahun 1964 yang ia tolak karena menganggap hal itu sebagai cara kaum borjuis membekukan nilai-nilai mereka dalam sastra.
Lu Shun, terutama dikenal melalui karyanya berjudul "The Diary of a Madman", sebuah satir atas kebudayaan Cina. Meskipun bukan anggota partai komunis, Mau Zedong sendiri menyebutnya sebagai "penulis dan pemikir revolusioner"
Selamat membaca, jadikan buku sebagai teman yang selalu disisimu setiap hari kau belai dengan lembut kata demi kata untuk memahami sebuah makna.
Sesampainya di pusat toko buku, dengan badan yang masih basah terkena gerimis
Maxim Girki merupakan salah seorang sastrawab Rusia, yang ikut serta dalam hiruk-pikuk revolusi sosialis 1917. Penulis novel "Mother", kumpulan cerita pendek "Tales of Italy" dan karya drama "The Lower Depth" ini dikenal sebagai sastrawan revolusioner, terutama gagasannya menganai sastra realisme sosialis.
Gabriel Garcia Marquez, dikenal melalui novel "One Hundred Years of Solitude", kumpulan cerita pendek "Innocent Erendira", serta beberapa karya lainnya yang membawanya meraih penghargaan Nobel Kesusastraan tahun 1982, membuatnya menjadi sastrawan terdepan Amerika Latin saat ini.
Jhon Steinbek, pengarang Amerika peraih Nobel Kesusastraan tahun 1962. Ketika ia merilis novel "In Dubious Battle", ia sempat diasingkan publik Amerika karena gagasan-gagasan kirinya di novel tersebut. Banyak menulis karya yang antara lain "Grapes of Wrath" (novel) dan "The Salinas Valay" (kumpulan cerita pendek)
Jean Paul Sartre, selain filusuf ia juga seorang penulis sastra. Karya-karyanya yang terkenal antara lain "Nausea" (novel), "The Wall" (kumpulan cerita pendek) dan beberapa naskah drama. Ia memperoleh Nobel Kesusastraan tahun 1964 yang ia tolak karena menganggap hal itu sebagai cara kaum borjuis membekukan nilai-nilai mereka dalam sastra.
Lu Shun, terutama dikenal melalui karyanya berjudul "The Diary of a Madman", sebuah satir atas kebudayaan Cina. Meskipun bukan anggota partai komunis, Mau Zedong sendiri menyebutnya sebagai "penulis dan pemikir revolusioner"
Selamat membaca, jadikan buku sebagai teman yang selalu disisimu setiap hari kau belai dengan lembut kata demi kata untuk memahami sebuah makna.
Komentar
Posting Komentar