Sewaktu masih duduk di bangku SD, saya kalau ditanya tebtang apa cita-citamu? Jawabanku dengan tegas "Tentara".
Entah apa alasannya, imaji kecil terhadap sosok tentara yang kuat, gagah, dan membela keutuhan bangsa. Ya, barangkali imaji kecil itu terbentuk dari sinyal nasionalisme yang mulai tumbuh. Ini menjadi nyata pada saat karnaval dalam rangka menyambut HUT RI, aku selalu berdandan mirip tentara lengkap dengan alutsista, ya--tentu pakai sak semen dan segala macam barang bekas.
Lumayan bisa menyalurkan cita-cita yang telah terpendam. Ternyata setelah besar cita-citaku berubah, sekarang ingin menjadi panglima tertinggi. Emange tower.
Di hari ultah saya ingin memberi kutipan pidato dari dua orang besar. Berikut kutipannya.
Anak-anakku tentara Indonesia...
Robek-robeklah badanmu, potong-potonglah jasadku, Tetapi Jiwaku yang dilindungi benteng Merah Putih akan tetap hidup, tetap menuntut bela, siapapun lawan yang dihadapi.Tentara bukan merupakan suatu kalangan diluar masyarakat, bukan suatu kasta yang berdiri diatas masyarakat.
Tentara hanya mempunyai kewajiban satu ialah mempertahankan kedaulatan negara dan menjaga keselamatannya, sudah cukup kalau tentara takut memegang kewajibannya itu.
Lagi pula sebagai tentara, disiplin harus dipegang teguh tunduk kepada pimpinan atasannya, dengan iklas mengerjakan kewajibannya tunduk kepada perintah pimpinannya. Inilah merupakan kekuatan dari suatu tentara.
Kamu sekalian telah bersumpah bersama-sama rakyat seluruhnya, akan mempertahankan kedaulatan negara republik kita dengan segenap harta benda dengan jiwa raga, jangan sekali-kali diantara tentara kita, ada yang menyalahi janji menjadi penghianat nusa, bangsa, dan agama.
Harus kamu senantiasa ingat, bahwa tiap-tiap perjuangan tentu memakan korban tetapi kamu sekalian telah bersumpah, ikhlas mati sebagai kusuma bangsa. Meskipun kamu dapat dilatih jasmani yang sehebat-hebatnya, tidak akan berguna jika kamu mempunyai sifat menyerah, tentara akan timbul dan tenggelam bersama-sama negara.
Anak-anakku tentara Indonesia, kamu bukanlah serdadu sewaan, tetapi prajurit yang berideologi yang sanggup berjuang dan menempuh maut untuk keluhuran Tanah Airmu.
Percaya dan yakinlah, bahwa kemerdekaan suatu negara yang didirikan diatas himpunan runtuhan ribuan jiwa, harta benda dari rakyat dan bangsanya tidak akan dapat dilenyapkan oleh manusia siapapun juga. Berjuang terus.
Insya Allah, Tuhan melindungi perjuangan suci kita, janji sudah kita dengungkan, tekad sudah kita tanamkan, semua ini tidak akan bermanfaat bagi tanah air kita, apabila janji dan tekad ini tidak kita amalkan dengan amalan yang nyata.
Pidato Bung Karno
Hai tentara dan polisi dan rakyat berlipat gandakanlah usahamu membasmi pengacau-pengacau itu segala jalan harus dilalui kalau kata-kata saja tidak dapat menyehatkan jiwa yang keblinger apa boleh buat suruhlah senjata berbicara bahasa yang lebih kuat lagi… padahal angkatan perang tidak boleh ikut-ikut politik, tidak boleh di ombang-ambingkan oleh sesuatu politik, angkatan perang harus berjiwa yaa berjiwa, berapi-api berjiwa, berkobar-kobar berjiwa tapi ia tidak boleh ikut-ikut politik
Hai tentara dan polisi dan rakyat berlipat gandakanlah usahamu membasmi pengacau-pengacau itu segala jalan harus dilalui kalau kata-kata saja tidak dapat menyehatkan jiwa yang keblinger apa boleh buat suruhlah senjata berbicara bahasa yang lebih kuat lagi…
Kenapa negeri ini tidak dapat menjadi negeri yang “berani” untuk meng”hajar” bangsa lain yang sudah menginjak-injak harga diri bangsa, yang sudah menjadi “behind the scene” dan “untouch” untuk memainkan negeri ini… kira-kira ada gak atau bakalan muncul lagi para pemimpin yang berani, yang tegas, yang benar-benar dapat menunjukkan jati diri bangsa ini Indonesia
Entah apa alasannya, imaji kecil terhadap sosok tentara yang kuat, gagah, dan membela keutuhan bangsa. Ya, barangkali imaji kecil itu terbentuk dari sinyal nasionalisme yang mulai tumbuh. Ini menjadi nyata pada saat karnaval dalam rangka menyambut HUT RI, aku selalu berdandan mirip tentara lengkap dengan alutsista, ya--tentu pakai sak semen dan segala macam barang bekas.
Lumayan bisa menyalurkan cita-cita yang telah terpendam. Ternyata setelah besar cita-citaku berubah, sekarang ingin menjadi panglima tertinggi. Emange tower.
Di hari ultah saya ingin memberi kutipan pidato dari dua orang besar. Berikut kutipannya.
Anak-anakku tentara Indonesia...
Robek-robeklah badanmu, potong-potonglah jasadku, Tetapi Jiwaku yang dilindungi benteng Merah Putih akan tetap hidup, tetap menuntut bela, siapapun lawan yang dihadapi.Tentara bukan merupakan suatu kalangan diluar masyarakat, bukan suatu kasta yang berdiri diatas masyarakat.
Tentara hanya mempunyai kewajiban satu ialah mempertahankan kedaulatan negara dan menjaga keselamatannya, sudah cukup kalau tentara takut memegang kewajibannya itu.
Lagi pula sebagai tentara, disiplin harus dipegang teguh tunduk kepada pimpinan atasannya, dengan iklas mengerjakan kewajibannya tunduk kepada perintah pimpinannya. Inilah merupakan kekuatan dari suatu tentara.
Kamu sekalian telah bersumpah bersama-sama rakyat seluruhnya, akan mempertahankan kedaulatan negara republik kita dengan segenap harta benda dengan jiwa raga, jangan sekali-kali diantara tentara kita, ada yang menyalahi janji menjadi penghianat nusa, bangsa, dan agama.
Harus kamu senantiasa ingat, bahwa tiap-tiap perjuangan tentu memakan korban tetapi kamu sekalian telah bersumpah, ikhlas mati sebagai kusuma bangsa. Meskipun kamu dapat dilatih jasmani yang sehebat-hebatnya, tidak akan berguna jika kamu mempunyai sifat menyerah, tentara akan timbul dan tenggelam bersama-sama negara.
Anak-anakku tentara Indonesia, kamu bukanlah serdadu sewaan, tetapi prajurit yang berideologi yang sanggup berjuang dan menempuh maut untuk keluhuran Tanah Airmu.
Percaya dan yakinlah, bahwa kemerdekaan suatu negara yang didirikan diatas himpunan runtuhan ribuan jiwa, harta benda dari rakyat dan bangsanya tidak akan dapat dilenyapkan oleh manusia siapapun juga. Berjuang terus.
Insya Allah, Tuhan melindungi perjuangan suci kita, janji sudah kita dengungkan, tekad sudah kita tanamkan, semua ini tidak akan bermanfaat bagi tanah air kita, apabila janji dan tekad ini tidak kita amalkan dengan amalan yang nyata.
Pidato Bung Karno
Hai tentara dan polisi dan rakyat berlipat gandakanlah usahamu membasmi pengacau-pengacau itu segala jalan harus dilalui kalau kata-kata saja tidak dapat menyehatkan jiwa yang keblinger apa boleh buat suruhlah senjata berbicara bahasa yang lebih kuat lagi… padahal angkatan perang tidak boleh ikut-ikut politik, tidak boleh di ombang-ambingkan oleh sesuatu politik, angkatan perang harus berjiwa yaa berjiwa, berapi-api berjiwa, berkobar-kobar berjiwa tapi ia tidak boleh ikut-ikut politik
Hai tentara dan polisi dan rakyat berlipat gandakanlah usahamu membasmi pengacau-pengacau itu segala jalan harus dilalui kalau kata-kata saja tidak dapat menyehatkan jiwa yang keblinger apa boleh buat suruhlah senjata berbicara bahasa yang lebih kuat lagi…
Kenapa negeri ini tidak dapat menjadi negeri yang “berani” untuk meng”hajar” bangsa lain yang sudah menginjak-injak harga diri bangsa, yang sudah menjadi “behind the scene” dan “untouch” untuk memainkan negeri ini… kira-kira ada gak atau bakalan muncul lagi para pemimpin yang berani, yang tegas, yang benar-benar dapat menunjukkan jati diri bangsa ini Indonesia
Komentar
Posting Komentar