Langsung ke konten utama

POLIGAMI

Ditengah populasi jomblo yang terus meroket jumlahnya, muncul berita dan gambar romantis pak ustadz bersama tiga istrinya yang semuanya tidak ada yang jelek. Nah ini membuat jomblo semakin nelangsa, gimana tidak, satu aja masih dalam bayangan.

Kalau masih banyak yang belum punya pasangan dan ada yang sudah punya tiga, bukankah ini kesenjangan. Kasihan kan padahal manusia diciptakan berpasang-pasangan. Bagi yang belum dapat pasangan sabar ya melihat fenomena poligami, ini ujian. Dan tidak usah turun kejalan tolak poligami, kalaupun toh ingin menyampaikan aspirasi tuntutlah sesuai hakmu, misalnya berikan upah layak eh maksutnya berikan kami jodoh yang layak.

Poligami memang syah secara agama, dengan syarat yang ketat, yaitu adil, nah ini yang susah, adil. Dalam hal adil banyak yang berbeda pendapat, namun pada intinya adil yaitu perlakuan dalam meladeni isteri seperti pakaian, tempat, giliran dan lain-lain yang bersifat lahiriyah. Yang bersifat batiniah seperti cinta tidak harus adil karena tidak bisa diukur dan itu sangat abstrak.

Ketika ukuran cinta tidak dimasukkan dalam adil berarti adil ini terhadap hal yang materiel.

Ongkos membangun rumah tangga sangat mahal, barangkali kalau hanya sekedar ritual wajib sangat murah karena cukup dengan seperangkat alat solat. Namun karena manusia adalah mahluk sosial dibutuhkan ongkos sosial seperti pesta pernikahan dan cicilan nafkah bulanan.

Kalau hanya bermodal cinta dan kesetian ya mana bisa kenyang. Nah itulah yang membuat jomblo gigit jari melihat berita poligami. Nasib-nasib, alih-alih mau nembak cewek, boncengin cewek saja tidak berani bro, karena memang gak punya motor, mau jalan berdua naik TJ juga ga ada yang mau diajak. Lalu bagaimana mau laku wong "jare nek ra ninja ra oleh dicinta". Ya mana cukup buat beli motor kalau UMRnya hanya 1300.000.

Nyari pasangan saja harus penuh perjuangan apalagi poligami, mimpi kaliya. Kecuali kalau dalih cinta itu buta menjadi paradigma kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Mutakhir Ancaman Bangsa

 Luthfi ‘Afif *) Dalam berita baru-baru ini sering muncul kejadian pararel, seperti pemboman di paris, isu pemboman pada acara tahun baru, sampai pemboman di jakarta. Kejadian itu seolah-olah sudah menjadi agenda yang terkonsepkan dengan rapi, di payungi dalam agenda teror yang katanya si pengamat di lakukan oeleh ISIS. Sebelumnya ada juga berita yang termasuk dalam rangkaian paralel dalam kejadian yang membahayakan ketika selfi, dari mulai selpi di bibir kawah merapi, ditebing yang curam, sampai di kebun bunga yang berakibat kerusakan. Bentuk rentetan ini walaupun tidak saling terkoordinasikan antara satu dengan yang lain, akan tetapi peristiwa ini tersatukan oleh platfrom yaitu narsisme. Kedua berita tersebut mempunyai kesamaan yaitu; sama-sama caper (pengen exis), sama-sama kurang kerjaan, sama-sama mulgoh (pekerjaan yang sia-sia), dan sama-sama merugikan orang lain. www.nyunyu.com Coba mari sama-sama kita analisa dengan kacamata plus, pertama kesamaan tent...

NAMAKU NICCO

Pada episode ke 10 season II film DAVINCI DEMON mulai terlihat jelas siapa-siapa saja orang-orang di sekeliling Davinci, salah duanya adalah Andrea del Verrocchio yang dalam film sering ia panggil MAESTRO, beliau adalah guru lukis, dari belia Davinci sudah belajar teknik melukis dari sang MAESTRO, ketrampilan yang menakjubkan dari tangan Davinci yang diwariskan kepada peradaban.  Yang kedua adalah Niccollo Macievelli, umurnya jauh lebih muda dari davinci. Dalam film, sejak Macievelli masih kecil sudah berteman dengan Davinci, mereka belajar bersama, berkarya bersama, petualang bersama. Dalam episode-episode sebelumnya belum diperkenalkan nama lengkapnya, pada episode ke 10 Niko baru memperkenalkan diri, pada saat Venessa teman Niko yang mengandung darah dari adipati florence tidak mau untuk kembali istana.  Ini kutipan ucapan Nicco saat berdebat dengan penguasa Florence. "Florence adalah republik. Ini haknya, sebagai warga, untuk memilih bagaimana dan dimana dia ing...

anak zaman

Ada hal yang tidak mungkin dilakukan didunia ini, yaitu berdamai dengan waktu. Mengapa demikian, karena ruang dan waktu keduanya menjadi selimut tebal yang membalut jiwa kehidupan. Pepatah mengatakan "alon-alon asal kelaakon" pada saat yang tepat, pepatah itu sangat bijak, namun jika zaman menuntut semua serba cepat akan melibas semua yang lelet. Jawabannya harus tanggap situasi, peka terhadap keluh kesah zaman jika ingin tidak terseret. Disaat desa tidak bisa berbuat banyak, disaat generasi enggan mewarisi pola kehidupan pendahulu akan terjadi mutasi kebudayaan. Semua akan di cacah-cacah oleh kemajuan. Mengandalkan adaptasi. Bukankah itu pertahanan yang paling rapuh. Karena hidup bukan hanya mengikuti tanpa eksistensi produksi. Kreatif inovatif menjadi permintaan terbesar dari peradaban sekarang. Walaupun alam produktik akan tetapi tak ada skil pada penghuni yang tak menggunakan akal maka akan terlindas juga oleh kecepatan ide besar yang mampu merangkum sekaligus m...