Pada siang yang berselimut mendung
Ada hujan rindu yang tak terbendung
Jarak ditelan pergantian matahari dan bulan
Sampai pada saatnya kesempatan bintang menamani rembulan
Aku tidur di peluk dingin
Aku terjaga di temani rindu
Pikiran lelah fisik lemah
Kusandarkan punggung pada kursi rotan
Menikmati berisik angin menerpa dedaunan
Sembari menanti tumpuan harapan
Saat asap tak lagi memikat
Aroma tubuhmu yang lebih pekat
Dari sederet sigaret
Lagi-lagi aku merindumu
Ku ceritakan ini pada bunga yang layu dan meja yang kaku juga manusia yang semakin membeku, bisu.
Pada siang yang berselimut mendung
Ingin kuluapkan segala apa yang ku inginkan dalam dadamu
semakin hari tak mampu aku menjamahmu dan juga bayanganmu yang semakim kabur tertumpuk sederet kegiatan yang membentur.
Jarak bukan ukuran bagi yang diperbudak oleh kasmaran
Kita yang memang bersepakat, untuk seperti janji matahari pada rembulan
Selalu silang seberang pada rotasi yang berbeda,
Namun keseimbangan tercipta.
Ada hujan rindu yang tak terbendung
Jarak ditelan pergantian matahari dan bulan
Sampai pada saatnya kesempatan bintang menamani rembulan
Aku tidur di peluk dingin
Aku terjaga di temani rindu
Pikiran lelah fisik lemah
Kusandarkan punggung pada kursi rotan
Menikmati berisik angin menerpa dedaunan
Sembari menanti tumpuan harapan
Saat asap tak lagi memikat
Aroma tubuhmu yang lebih pekat
Dari sederet sigaret
Lagi-lagi aku merindumu
Ku ceritakan ini pada bunga yang layu dan meja yang kaku juga manusia yang semakin membeku, bisu.
Pada siang yang berselimut mendung
Ingin kuluapkan segala apa yang ku inginkan dalam dadamu
semakin hari tak mampu aku menjamahmu dan juga bayanganmu yang semakim kabur tertumpuk sederet kegiatan yang membentur.
Jarak bukan ukuran bagi yang diperbudak oleh kasmaran
Kita yang memang bersepakat, untuk seperti janji matahari pada rembulan
Selalu silang seberang pada rotasi yang berbeda,
Namun keseimbangan tercipta.
Komentar
Posting Komentar