"Ojo seneng ngenyean", mengko yen balik neng awakmu dewe". Jangan suka menghina, nanti kembali padamu. Begitu wejangan yang aku dapat dari ibuku. Sepele memang tapi sulit sekali untuk menahan tidak mengejek, karena pada dasarnya kita sebagai manusia butuh bahan olokan untuk menunjukkan diri kita yang lebih dari orang yang kita olok.
Apa lagi yang tak ada prestasi melihat dirinya gagah dibanding yang lain tak gagah tapi mampu berprestasi pasti rasanya sengit banget.
Walhasil makian fisiklah yang menjadi peluru untuk menyasar lawannya, akibat ketakmampuan menyamai. Memang ini termasuk gejala psikologis disamping politis.
Padahal dalam ajaran agama di katakan manusia diciptakan dengan sebagus-bagusnya bentuk, tak ada mahluk lain yang mengunggulinya ini nas.
Itu menunjukkan bahwasanya menfkritik secara fisik itu tidak boleh karena itu subjektif sekali. Bukankah kita wajib menghargai sesama karena kita manusia adalah sama-sama diciptakan oleh yang kuasa. Lantas masih masih pantaskah kita menghina fisik.
Soal kurus atau gemuk itu urusan biologis. Aku masih ingat mengatakan cungkring pada keponakanku. Dan seketika itu aku diingetkan oleh ibuku yang mendengarkannya. "Nak tidak baik ngomong gitu, apapun bentuknya kita sama-sama ciptaan tuhan yang maha esa. Yang membedakan kita hanyalah tingkat ketakwaan, dan hasil kerjanya".
Apa lagi yang tak ada prestasi melihat dirinya gagah dibanding yang lain tak gagah tapi mampu berprestasi pasti rasanya sengit banget.
Walhasil makian fisiklah yang menjadi peluru untuk menyasar lawannya, akibat ketakmampuan menyamai. Memang ini termasuk gejala psikologis disamping politis.
Padahal dalam ajaran agama di katakan manusia diciptakan dengan sebagus-bagusnya bentuk, tak ada mahluk lain yang mengunggulinya ini nas.
Itu menunjukkan bahwasanya menfkritik secara fisik itu tidak boleh karena itu subjektif sekali. Bukankah kita wajib menghargai sesama karena kita manusia adalah sama-sama diciptakan oleh yang kuasa. Lantas masih masih pantaskah kita menghina fisik.
Soal kurus atau gemuk itu urusan biologis. Aku masih ingat mengatakan cungkring pada keponakanku. Dan seketika itu aku diingetkan oleh ibuku yang mendengarkannya. "Nak tidak baik ngomong gitu, apapun bentuknya kita sama-sama ciptaan tuhan yang maha esa. Yang membedakan kita hanyalah tingkat ketakwaan, dan hasil kerjanya".
Komentar
Posting Komentar