Kemarin tanggal 4 agustus 2017, Jam : 17.00, Tempat RODE 610. Diskusi bersama Soewarsono (peneliti senior P2KK LIPI) dengan tema : Gerakan mahasiswa dulu dan sekarang. Diskusi dihadiri beberapa studi club dari berbagai kampus antara lain UIN, UII, dan UAD. Selain itu juga dihadiri oleh Yuni Setya Rahayu (Mantan Wabub Sleman dan Sekjend PDIP D.I.Y) dan Fahim Fahmi (Advokad senior yogyakarta).
Pembahasan tentang gerakan mahasiswa dimulai dari Zaman kekuasaan Gereja pada abad pertengahan hingga sekarang (Feodalisme sampai Kapitalisme). Dari situ dapat ditarik model gerakan. Yakni Gerakan yang berbasis Religion-Saint-Student Movement. Dari pemateri diskusi menekankan bagi gerakan mahasiswa untuk mengusai saint dan teknologi. Agama dan saint tidak pernah bertentangan. Keduanya berjalan berbarengan dengan ruang yang berbeda. Mengenai agama mas sono sepakat dengan Lenin yang meletakan agama diruang privat. sedangkan saint berada diruang publik. Hal tersebut senada dengan yang dikatakan oleh "A. R. Wallace salah seorang ilmuan alam inggris, yang menolak jawaban agama yang mengaku paling benar tentang hidup, juga menolak ilmu yang ogah bertanya tentang mati. dalam arti keduanya bukan untuk saling dipertentangkan"
Melihat fenomena hari ini dengan maraknya kelompok agamis radikal yang muncul atau disebut kaum bumi datar, merupakan kaum condong ke agama dan menafikan akan adanya sains dan teknologi. Selain itu mereka yang terlalu memuja sains dan teknologi akan disebut dengan kaum atheis. Jadi sebagai gerakan mahasiswa yang terdidik terpimpin dan terorganisir harus cerdas dan kritis melihat agama dan sains. Harus mampu menempatkan posisi yang sesuai dengan tempatnya.
Dalam diskusi tersebut juga menyorot langkah pemerintah yang mengeluarkan Perppu no 2 tahun 2017. Terkait pembubaran kelompok islam yang bertentangan dengan Pancasila seperti HTI. Mas sono memandang itu merupakan langkah yang tepat. Gerakan mahasiwa mahasiwa harus ambil peran aktif untuk mendukung langkah tersebut. Karena itu sangat mengancam demokrasi yang susah payah direbut oleh gerakan mahasiswa jaman dulu.
Melihat fenomena hari ini dengan maraknya kelompok agamis radikal yang muncul atau disebut kaum bumi datar, merupakan kaum condong ke agama dan menafikan akan adanya sains dan teknologi. Selain itu mereka yang terlalu memuja sains dan teknologi akan disebut dengan kaum atheis. Jadi sebagai gerakan mahasiswa yang terdidik terpimpin dan terorganisir harus cerdas dan kritis melihat agama dan sains. Harus mampu menempatkan posisi yang sesuai dengan tempatnya.
Dalam diskusi tersebut juga menyorot langkah pemerintah yang mengeluarkan Perppu no 2 tahun 2017. Terkait pembubaran kelompok islam yang bertentangan dengan Pancasila seperti HTI. Mas sono memandang itu merupakan langkah yang tepat. Gerakan mahasiwa mahasiwa harus ambil peran aktif untuk mendukung langkah tersebut. Karena itu sangat mengancam demokrasi yang susah payah direbut oleh gerakan mahasiswa jaman dulu.
Diskusi berjalan cukup lama dan hangat. Berbagai pertanyaan dan argumentasi dari peserta membuat diskusi semakin hidup.
Dan semoga agama tidak menjadi candu demi nafsu akan kuasa.
Komentar
Posting Komentar