Agak kaget juga ketika mendengar kalau dia dikatakan diktator, biasanya dari segi fisik dan gaya tubuh maupun gaya bicara diktator itu sudah meyakinkan, penuh simbul, berapi-api, propagandis, agitatif. Lah ini "wonge aja guya-guyu, klemar-klemer" seperti wong utun pada umumnya, mungkin diapun tak tega membunuh nyamuk yang menggigitnya. Mungkin kalau orangnya gagah, kalau berbicara berkobar-kobar, cetar membahana, cocok. Contoh yang paling terkenal, Hitler dan Musolini.
Itu ciri-ciri dari segi fisik, diluar fisik biasanya diktaor itu banyak melanggar HAM, melarang berkumpul, berpendapat, dan menyensor media yang tidak pro. Nah sekarang orang ngomong ngalor ngidul sak karepe udele dewe aja di jarke, asal tidak sampai menghina dan mengganti simbol maupun ideologi negara.
Sekarang banyak yang mengatakan bahwa pemimpin tidak pro rakyat setiap kebijakanya membuat rakyat sengsara-rakyat yang mana dan kelas berapa?- selain itu juga membubarkan ormas. Itu semua isue yang mengada. Buktinya issue itu cepat hambar, karena ada lawan yang masih mencari-cari kesalah yang gurih agar pamor pemerintah menurun.
Dan diktator biasanya didukung persenjataan yang kuat, fungsinya untuk membungkan lawan dan menakuti rakyat. Nah sekarang yang punya senjata aja masih kurang solid untuk mendukung penguasa.
Penggunaan kata diktator ini jelas politis. Tadi aku coba browsing di wikipedia "biasanya diktatur merujuk kepada suatu bentuk pemerintah absolut yang otokratis oleh suatu kepemimpinan (biasa disebut diktator) yang tidak dibatasi oleh hukum, konstitusi, atau faktor-faktor sosial dan politis lainnya di dalam negara.
Nah kalau untuk konteks sekarang ada orang yang mengatakan diktator, mungkin orangnya sakit perut karena mendem kekuasaan.
Itu ciri-ciri dari segi fisik, diluar fisik biasanya diktaor itu banyak melanggar HAM, melarang berkumpul, berpendapat, dan menyensor media yang tidak pro. Nah sekarang orang ngomong ngalor ngidul sak karepe udele dewe aja di jarke, asal tidak sampai menghina dan mengganti simbol maupun ideologi negara.
Sekarang banyak yang mengatakan bahwa pemimpin tidak pro rakyat setiap kebijakanya membuat rakyat sengsara-rakyat yang mana dan kelas berapa?- selain itu juga membubarkan ormas. Itu semua isue yang mengada. Buktinya issue itu cepat hambar, karena ada lawan yang masih mencari-cari kesalah yang gurih agar pamor pemerintah menurun.
Dan diktator biasanya didukung persenjataan yang kuat, fungsinya untuk membungkan lawan dan menakuti rakyat. Nah sekarang yang punya senjata aja masih kurang solid untuk mendukung penguasa.
Penggunaan kata diktator ini jelas politis. Tadi aku coba browsing di wikipedia "biasanya diktatur merujuk kepada suatu bentuk pemerintah absolut yang otokratis oleh suatu kepemimpinan (biasa disebut diktator) yang tidak dibatasi oleh hukum, konstitusi, atau faktor-faktor sosial dan politis lainnya di dalam negara.
Nah kalau untuk konteks sekarang ada orang yang mengatakan diktator, mungkin orangnya sakit perut karena mendem kekuasaan.
Komentar
Posting Komentar