Kata orang sakit itu tanda kasih sayang dari tuhan. Sejenak aku berfikir, adakah perwujudan kasih sayang dengan sakit, bukankah itu tanda "kebenduan".
Perkataan itu aku renungkan sampai berhari-hari, tak kunjung juga aku temukan jawabannya secara logis. Tiba-tiba aku teringat dengan kisah eyang Fir'aun raja mesir yang diktator, dengan sistem monarki absolud, saking absoludnya sampai ia mengaku bahwa dirinya tuhan. "Apa tidak gila". Ya itulah kegilaan yang dibenarkan oleh rasa takut yang menyelimuti benak seluruh manusia di bawah kekuasaan Fir'aun, ya kecuali Isa.
Kisah eyang Firhaun menjawab pertanyaanku, ia yang tak pernah sakit, pilekpun tak pernah. Sampai ia mengaku tuhan dan ingin disembah. Itulah kenapa sakit itu merupakan kasih sayang tuhan kepada manusia, karena sakit itu merupakan teguran ringan dari tuhan. Kalau kita masih di tegur berarti masih diperhatikan. Berbeda dengan Fir'aun.
Perkataan itu aku renungkan sampai berhari-hari, tak kunjung juga aku temukan jawabannya secara logis. Tiba-tiba aku teringat dengan kisah eyang Fir'aun raja mesir yang diktator, dengan sistem monarki absolud, saking absoludnya sampai ia mengaku bahwa dirinya tuhan. "Apa tidak gila". Ya itulah kegilaan yang dibenarkan oleh rasa takut yang menyelimuti benak seluruh manusia di bawah kekuasaan Fir'aun, ya kecuali Isa.
Kisah eyang Firhaun menjawab pertanyaanku, ia yang tak pernah sakit, pilekpun tak pernah. Sampai ia mengaku tuhan dan ingin disembah. Itulah kenapa sakit itu merupakan kasih sayang tuhan kepada manusia, karena sakit itu merupakan teguran ringan dari tuhan. Kalau kita masih di tegur berarti masih diperhatikan. Berbeda dengan Fir'aun.
Komentar
Posting Komentar