Sebuah perjalanan panjang itulah kehidupan, menapaki jejak terjal peradaban dengan kaki telanjang, terkadang tertusuk duri racun dari kebohongan sejarah. Menyangga kehidupan agar tak punah, berpacu dengan cepatnya waktu yang menyeret semua tanpa ampun, yang menang menginjak yang kalah menjadi sampah dan yang tidak keduanya hanya bisa menyanyi sunyi. Bagai sungai mengalir kedalam lautan pertarungan itulah hidup, berbekal akal, budi dan keyakinan kuat menyongsong masa depan. Kekacauan akan selalu ada, dengan itu peradaban baru tercipta. Perjalanan kehidupan membutuhkan tumbal sebagai sesaji kebaharuan sampai saatnya nanti sangkakala isrofil ditiup, dan semuanya akan hancur, luluh lantah menjadi kepingan atom bahkan proton. Dan yang tak hancur adalah keyakinan.
Luthfi ‘Afif *) Dalam berita baru-baru ini sering muncul kejadian pararel, seperti pemboman di paris, isu pemboman pada acara tahun baru, sampai pemboman di jakarta. Kejadian itu seolah-olah sudah menjadi agenda yang terkonsepkan dengan rapi, di payungi dalam agenda teror yang katanya si pengamat di lakukan oeleh ISIS. Sebelumnya ada juga berita yang termasuk dalam rangkaian paralel dalam kejadian yang membahayakan ketika selfi, dari mulai selpi di bibir kawah merapi, ditebing yang curam, sampai di kebun bunga yang berakibat kerusakan. Bentuk rentetan ini walaupun tidak saling terkoordinasikan antara satu dengan yang lain, akan tetapi peristiwa ini tersatukan oleh platfrom yaitu narsisme. Kedua berita tersebut mempunyai kesamaan yaitu; sama-sama caper (pengen exis), sama-sama kurang kerjaan, sama-sama mulgoh (pekerjaan yang sia-sia), dan sama-sama merugikan orang lain. www.nyunyu.com Coba mari sama-sama kita analisa dengan kacamata plus, pertama kesamaan tent...
Komentar
Posting Komentar