Langsung ke konten utama

ketupat, simbol ramah

Rasanya "karipan", mataku masih ngantuk teklak-tekluk, semalam begadang sampe pagi dengan keluarga rame-rame membuat ketupat dan lepet.

Hidangan tersebut paling nikmat kalau dimakan bersama-sama, ditempatku bisanya dimakan bersama tetangga sekitar di mushola, ada juga yang dibawa kepantai untuk disantap ramai-ramai. Seru kan, guyup rukun agawe sentosa.

Proses pembuatannya juga sangat seru, karena di buat bersama, bukankah kebersamaan adalah kebahagian yang tak ternilai yang sekarang sudah sepi karena di grogoti oleh ego pribadi.

Kami semua bisa membuat kedua makanan itu, dari kecil tradisi membuat kedua makanan tersebut sudah diwariskan. Awalnya aku males banget buat kayak gituan ribet sekali, harus manjat pohon kelapa untuk mengambil "janur" kemudian menganyam hingga berbentuk segi empat, dan lepet yang lonjong. Ribet kan, belum lagi masaknya berjam-jam. Ketupat paling uenak kalau pakai daun lontar, rasanya kayak ada manis-manisnya gitu, di tambah opor sama sayur tawon, di jamin laris, karena kalau pas kundangan hidangan itulah yang paling di buru. Dijamin empat sehat lima sempurna dan enam geratis.

Tapi keribetan itu tetap kami lakukan karena waktu kecil dapat cerita dari orang tua "kalau kalian tidak bisa membuat ketupat, maka nanti kalian akan di hukum untuk memikul "pelanangane" raksasa", serem kan, tak bisa membayangkan jikalau hal tersebut terjadi sungguhan.

Kalau di daerahku, tradisi ketupat di lakukan tujuh hari pasca lebaran ied, nah di hari ketujuh ada lebaran kecil lagi pasca satu sawal puasa sunnah.

Budaya Nusantara memang syarat akan simbol yang mempunyai makna mendalam terhadap nilai luhur suatu kehidupan. Kupat yang mempunyai makna "ngaku lepat" atau mengakui kesalahan, sebagai bentuk nilai yang menegaskan manusia tempatnya kesalahan, dan kesalahan harus diakui agar manusia tidak terjebak dalam lembah keangkuhan eksistensialeme dan akuisme. Juga ada yang memaknainya dengan "laku papat" empat perilaku yakni, lebaran; sebagai tanda bahwa ramadan bulan yang penuh ampunan, penuh rahmat telah selesai, luberan; dimaksutkan sebagai bentuk bagi-bagi rezeki yang tidak hanya dinikmati sendiri tapi di luberkan ke sanak saudara ke tetangga, leburan; diartikan sebagai leburnya dosa-dosa dan kembali ke fitrah, labura; berarti putih agar manusia tetap menjaga kesuciannya, agar tidak terjatuh dalam lembah dosa.

Tradisi tersebut adalah hasil akulturasi dari tradisi pra-Islam yang sudah mapan, sunan Kali Jaga sebagai kreator peracik budaya, dia yang meminang budaya lama yang di beri nafas nilai Islam.

Islam nusantara sangat ramah lingkungan bukan, dia bukan menghancurkan yang lama, tapi tetap pada prinsip "mengambil tradisi lama yang baik, dan mengambil tradisi baru yang lebih baik". Islam menjadi agama yang rahmah, ramah, penuh toleransi.

Nah, apakah hanya demi hasrat kekuasaan yang hanya kenikmatan fatamorgana kita akan merusak citra Islam yang ramah menjadi Islam yang garang, doyan perang. Mungkin mereka tidak bisa membuat ketupat dan tak pernah makan ketupat, karena bagi mereka ketupat adalah BIDngAh. TAKBIR...........!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Mutakhir Ancaman Bangsa

 Luthfi ‘Afif *) Dalam berita baru-baru ini sering muncul kejadian pararel, seperti pemboman di paris, isu pemboman pada acara tahun baru, sampai pemboman di jakarta. Kejadian itu seolah-olah sudah menjadi agenda yang terkonsepkan dengan rapi, di payungi dalam agenda teror yang katanya si pengamat di lakukan oeleh ISIS. Sebelumnya ada juga berita yang termasuk dalam rangkaian paralel dalam kejadian yang membahayakan ketika selfi, dari mulai selpi di bibir kawah merapi, ditebing yang curam, sampai di kebun bunga yang berakibat kerusakan. Bentuk rentetan ini walaupun tidak saling terkoordinasikan antara satu dengan yang lain, akan tetapi peristiwa ini tersatukan oleh platfrom yaitu narsisme. Kedua berita tersebut mempunyai kesamaan yaitu; sama-sama caper (pengen exis), sama-sama kurang kerjaan, sama-sama mulgoh (pekerjaan yang sia-sia), dan sama-sama merugikan orang lain. www.nyunyu.com Coba mari sama-sama kita analisa dengan kacamata plus, pertama kesamaan tent...

NAMAKU NICCO

Pada episode ke 10 season II film DAVINCI DEMON mulai terlihat jelas siapa-siapa saja orang-orang di sekeliling Davinci, salah duanya adalah Andrea del Verrocchio yang dalam film sering ia panggil MAESTRO, beliau adalah guru lukis, dari belia Davinci sudah belajar teknik melukis dari sang MAESTRO, ketrampilan yang menakjubkan dari tangan Davinci yang diwariskan kepada peradaban.  Yang kedua adalah Niccollo Macievelli, umurnya jauh lebih muda dari davinci. Dalam film, sejak Macievelli masih kecil sudah berteman dengan Davinci, mereka belajar bersama, berkarya bersama, petualang bersama. Dalam episode-episode sebelumnya belum diperkenalkan nama lengkapnya, pada episode ke 10 Niko baru memperkenalkan diri, pada saat Venessa teman Niko yang mengandung darah dari adipati florence tidak mau untuk kembali istana.  Ini kutipan ucapan Nicco saat berdebat dengan penguasa Florence. "Florence adalah republik. Ini haknya, sebagai warga, untuk memilih bagaimana dan dimana dia ing...

anak zaman

Ada hal yang tidak mungkin dilakukan didunia ini, yaitu berdamai dengan waktu. Mengapa demikian, karena ruang dan waktu keduanya menjadi selimut tebal yang membalut jiwa kehidupan. Pepatah mengatakan "alon-alon asal kelaakon" pada saat yang tepat, pepatah itu sangat bijak, namun jika zaman menuntut semua serba cepat akan melibas semua yang lelet. Jawabannya harus tanggap situasi, peka terhadap keluh kesah zaman jika ingin tidak terseret. Disaat desa tidak bisa berbuat banyak, disaat generasi enggan mewarisi pola kehidupan pendahulu akan terjadi mutasi kebudayaan. Semua akan di cacah-cacah oleh kemajuan. Mengandalkan adaptasi. Bukankah itu pertahanan yang paling rapuh. Karena hidup bukan hanya mengikuti tanpa eksistensi produksi. Kreatif inovatif menjadi permintaan terbesar dari peradaban sekarang. Walaupun alam produktik akan tetapi tak ada skil pada penghuni yang tak menggunakan akal maka akan terlindas juga oleh kecepatan ide besar yang mampu merangkum sekaligus m...