Langsung ke konten utama

teroris

Teror lagi, teror lagi. Kali ini setting panggungnya tempat ibadah yang sakral dan suci, barang siapa yang njagong sambil ngudud didalam tempat ibadah maka tidak diperbolehkan, karena berpotensi mengotori dengan abu rokok--apa lagi melakukan teror dengan menusuk dan mengeluarkan darah anak adam yang tak berdosa, sungguh laknat bagimu wahai tukang teror. Mungkin disana tidak ada tulisan dilarang menusuk.

Bagi orang yang masih waras mungkin melihat fenomena teror dimana-mana adalah suatu kegilaan yang tak terperikan, tak punya welas asih apa lagi rasa humur, karena teroris tidak bisa tertawa, hanya cemberut yang menghiasi wajahnya.

Teroris merupakan hasil dari pra kondisi radikalisasi yang menggunakan nilai moral agama dan nilai perjuangan. Nilai normatif yang ada dalam agama dikonteskan dengan yang individu hadapi ataupun nilai yang ada di masyarakat. Nilai yang berseberangan atau yg tidak sesuai itu lah yang di jadikan refrensi untuk menginternalisasikan nilai agama. Saat nilai sudah terpatri maka yang terjadi dia akan "kecanduan agama" sehingga agama bagi dia adalah hasrat bukan logis.

Hasilnya adalah individu merasa berdosa dan semakin giat mengikuti agenda-agenda radikalisasi, dan ia akan lari dari lingkungan sosial, semakin eksklusif dan biasanya bulu janggutnya tambah panjang dan ada bagian tubuh menjadi hitam.

Individu yang bisa mudah terpengaruh biasanya mereka yang kosong jiwanya akibat frustasi, bisa jadi karena ditolak waktu balikan sama mantan atau intimidasi verbal lewat pertanyaan "kapan nikah?" yang tak kunjung terjawab. Tapi yang jelas biasanya ekonomi dan patalogi soial yang mana harusnya individu itu bergerak sinergi sesuai ritme nilai yang mengalun di lingkungannya malah dia mlipir dan mengasing dari masyarakat.

Kita sangat resah dengan keadaan teror, karena memang tujuan teroris membuat suasana menjadi gaduh, berisik dan mencekam, maklum teroris kan suatu aksi kekerasan yang tersetruktur dan terukur untuk mengahsilkan kekuatan sekaligus ketakutan. Misinya bisa idologis maupun politis kadang juga biologis.

Mungkin disekitar kita juga banyak tukang teror, atau yang sedikit banyak sudah terkena propaganda dari teroris, cikal bakal pra teroris itu pendiam, tidak jujur, tertutup. Seperti tukang kentut yang tak berbunyi, diam-diam bau dan tidak mengaku. Ini level sederhana dari teroris.

Dijaga anak-anak kita, saudara-saudara kita, kawan-kawan kita dari bahaya terorisme. Maka, waspadaaa waspada, WASPADALAHHHHH...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Mutakhir Ancaman Bangsa

 Luthfi ‘Afif *) Dalam berita baru-baru ini sering muncul kejadian pararel, seperti pemboman di paris, isu pemboman pada acara tahun baru, sampai pemboman di jakarta. Kejadian itu seolah-olah sudah menjadi agenda yang terkonsepkan dengan rapi, di payungi dalam agenda teror yang katanya si pengamat di lakukan oeleh ISIS. Sebelumnya ada juga berita yang termasuk dalam rangkaian paralel dalam kejadian yang membahayakan ketika selfi, dari mulai selpi di bibir kawah merapi, ditebing yang curam, sampai di kebun bunga yang berakibat kerusakan. Bentuk rentetan ini walaupun tidak saling terkoordinasikan antara satu dengan yang lain, akan tetapi peristiwa ini tersatukan oleh platfrom yaitu narsisme. Kedua berita tersebut mempunyai kesamaan yaitu; sama-sama caper (pengen exis), sama-sama kurang kerjaan, sama-sama mulgoh (pekerjaan yang sia-sia), dan sama-sama merugikan orang lain. www.nyunyu.com Coba mari sama-sama kita analisa dengan kacamata plus, pertama kesamaan tent...

NAMAKU NICCO

Pada episode ke 10 season II film DAVINCI DEMON mulai terlihat jelas siapa-siapa saja orang-orang di sekeliling Davinci, salah duanya adalah Andrea del Verrocchio yang dalam film sering ia panggil MAESTRO, beliau adalah guru lukis, dari belia Davinci sudah belajar teknik melukis dari sang MAESTRO, ketrampilan yang menakjubkan dari tangan Davinci yang diwariskan kepada peradaban.  Yang kedua adalah Niccollo Macievelli, umurnya jauh lebih muda dari davinci. Dalam film, sejak Macievelli masih kecil sudah berteman dengan Davinci, mereka belajar bersama, berkarya bersama, petualang bersama. Dalam episode-episode sebelumnya belum diperkenalkan nama lengkapnya, pada episode ke 10 Niko baru memperkenalkan diri, pada saat Venessa teman Niko yang mengandung darah dari adipati florence tidak mau untuk kembali istana.  Ini kutipan ucapan Nicco saat berdebat dengan penguasa Florence. "Florence adalah republik. Ini haknya, sebagai warga, untuk memilih bagaimana dan dimana dia ing...

anak zaman

Ada hal yang tidak mungkin dilakukan didunia ini, yaitu berdamai dengan waktu. Mengapa demikian, karena ruang dan waktu keduanya menjadi selimut tebal yang membalut jiwa kehidupan. Pepatah mengatakan "alon-alon asal kelaakon" pada saat yang tepat, pepatah itu sangat bijak, namun jika zaman menuntut semua serba cepat akan melibas semua yang lelet. Jawabannya harus tanggap situasi, peka terhadap keluh kesah zaman jika ingin tidak terseret. Disaat desa tidak bisa berbuat banyak, disaat generasi enggan mewarisi pola kehidupan pendahulu akan terjadi mutasi kebudayaan. Semua akan di cacah-cacah oleh kemajuan. Mengandalkan adaptasi. Bukankah itu pertahanan yang paling rapuh. Karena hidup bukan hanya mengikuti tanpa eksistensi produksi. Kreatif inovatif menjadi permintaan terbesar dari peradaban sekarang. Walaupun alam produktik akan tetapi tak ada skil pada penghuni yang tak menggunakan akal maka akan terlindas juga oleh kecepatan ide besar yang mampu merangkum sekaligus m...