Barangkali tuntunan untuk tidak bermewah-mewahan memberikan mahar dalam suatu pernikahan untuk membuktikan betapa luhurnya cinta dan tali kasih yang diikat erar dalam sebuah ikrar kesetian. Karena sejatinya cinta tiadanya kesepakatan duniawi.
Sederhananya mahar bukan bukan upaya merendahkan nilai seorang perempuan yang sejatinya bukan komoditas--beli barang rusak bisa dikembalikan-- perempuan itu manusia yang tak bisa dinilaikan, ia bukan hanya sebatas seperti manusia yang melengkapi dan melayani kebutuhan kaum lelaki.
Sederhananya mahar bukan bukan upaya merendahkan nilai seorang perempuan yang sejatinya bukan komoditas--beli barang rusak bisa dikembalikan-- perempuan itu manusia yang tak bisa dinilaikan, ia bukan hanya sebatas seperti manusia yang melengkapi dan melayani kebutuhan kaum lelaki.
Komentar
Posting Komentar