Langsung ke konten utama

KADO ULANG TAHUN DARI PUTRI

Seperti yang tertulis dalam surat yang kau letakkan dalam kado ulang tahunku yang ke 20 waktu itu,"pakailah ini dalam tidurmu, walaupun cuma bantal tapi ini adalah jembatan yang dapat menyatukan kita dialam mimpi". Aku masih selalu memakai bantal itu, agar katamu-- "kita akan selalu dipertemukan dalam alam mimpi". Begitu indah tulisan dalam suratmu hingga mampu membuat suatu bantal mempunyai nilai lebih yang tak mungkin tergadaikan oleh berjuta materi.

                     ####

Ketika bintang mulai sembunyi dibalik cerahnya fajar pagi, putri mengeluarkan kotak kado dari bagasi mobilnya. Dan membawa masuk kedalam kamar penginapan. Kotak itu adalah kado kedua yang diterima oleh Putra, setelah ia mendapat kado terindah tepat pada jam 12 lebih satu detik Putri memberikan kado sepesial yang khusus dan hanya untuk Putra di usia yang ke duapuluh tahun. Apa lagi kalau bukan potongan kenikmatan surga yang dititipkan pada sempitnya keprawanan seorang gadis.

Putra masih terlelap dalam kelelahan dari rasa gugup ala pemula dalam bercinta, ia masih terlentang dengan hanya bertirai selimut ping yang penuh bercak calon generasi bangsa yang terbunuh sia-sia karena ketidak siapan Putri untuk menampung benih si Putra, dengan hati-hati adegan yang banyak menguras tenaga tadi mereka lakukan. Tiap kali terasa ingin keluar Putra mencabut pasak bumi karena takut tertembak didalam.

Putri meletakkan kotak kado dibawah tempat tidur kemudian membangunkan Putra dari tidurnya.

"Put bangun", adzan subuh telah berkumandang saatnya kamu melaksanakan kewajibanmu". Walaupun keyakinan mereka berdua mereka saling memahami, saling mengingatkan, begitu juga ketika Putra--juga sering mengingatkan putri ketika waktunya ke Pura. bigitulah cinta mampu mengatasi perbedaan. Dan cinta mampu meretas segala. Bukan hanya sekedar C-I-N-T-A, Cuma Ingin Nikmati Tubuh sAja. 

Putri menyukai Putra karena pancaran kecerdasan yang dimilikinya, walaupun ia sibuk dalam dunia pergerakan mahasiswa, dalam masalah akademik ia sangat unggul di banding kawan-kawanya. Kalau Putra hadir dalam perkuliahan dapat dipastikan kelas menjadi hidup, diskusinya menjadi berkembang bukan hanya diskusi basa-basi tidak mutu demi mengejar poin nilai. Dia juga sering diundang sebagai pengantar dalam forum-forum diskusi "liar" yang membahas tentang kondisi sosial politik bangsa ataupun kondisi kampus. Namun secerdas apapun dia kampus hanya menginginkan mahasiswa yang rajin masuk. Paraktik pendidikan yang hanya menekankan formalitas sudah sering ia kritik lewat tulisan pedas yang diterbitkan oleh presma. Dia juga sering mengkritik metode pembelajaran dosen yang dogmatis dan tidak mampu menumbuhkan daya kritis murid. Bagi Putra, tidak ada guru ataupun murid, itu hanya pembagian teknis akan dalam sistem belajar dapat terlaksana dengan teratur. "Tuntutlah ilmu dari ayunan sampai liang lahat", sabda nabi itu menandaskan bagi seluruh manusia jangan pernah menimba pengetahuan agar jalan hidup dapat pencerahan dari pelita ilmu. Orang dikelas adalah murid semua yang sama-sama ingin mencari tau, berinovasi, berkreasi, dan mempraktekkan keilmuannya agar supaya dapat bermanfaat bagi seluruh umat manusia. Bukan guru yang hanya bertugas sebagai operator dalam mentransferkan ilmu dari kurikulum yang di bakukan, hingga aktifitas belajar menjadi beku dan dogmatis. Suasana di kelas mirip warnet yang isinya para siswa bermain gaget, barisan tengah setengah ngantuk, barisan belakang tidur. Ada baiknya 'guru'/murit yang didepan sendirian belajar memaknai pendidikan secara filosif agar tidak doktriner dan hanya mendaur ulang teori sampah yang berbanding terbalik dengan kebutuhan murid dan masyarakat. Selain kecerdasan, jiwa humoris, romantis, dan sikap idealis Putra, membuat Putri sangat mencintai Putra.

Setelah salam dan singkat dzikir plus paket doa(nasib baik dunia akhirat), Putra melipat sajadahnya. 
"Kau nampak ganteng ketika ketika bersujud" ucap Putri yang sedari tadi mengamati Putra sembahyang.
"Ko ketampananku terlihat saat sujud kan wajahku menempel pada sajadah, mana kelihatan wajahku" timpal Putra menanggapi pujian Putri yang dianggap tidak rasional.
"Bagiku ganteng adalah ketulusan jiwa, kelapangan hati untuk menyerahkan diri pada kekuasaan yang agung, dan aku melihat itu pada sujudmu".

Angin pagi membawa hawa dingin yang menelusup losmen moundesir hingga menembus kedalam sumsum putra yang sedari tadi menggigil menahan dingin akibat mandi wajib, dan harus melawan dingin demi menunaikan ibadah. 

Dan udara dingin semakin tak tertahankan membuat percakapan mereka berdua berhenti dilanjut dengan pelukan dan adegan yang selanjutnya. 

Setelah cukup tersalurkan gejolak birahi yang membara dari darah muda yang menderu-deru. Dalam benak Putra bertanya "apakah ini yang dinamakan “kenikmatan yang menyimpang” yang dikatakan Marquis de Sade, seorang pemikir Perancis. Dia menyatakan bahwa manusia merupakan mahluk-mahluk seksual yang tujuan hidupnya mendapatkan kenikmatan tertinggi, walaupun kenikmatan itu membutuhkan rasa sakit di dalamnya". Dan ditengah pergolakan pikiran dan batin Putra,  Putri mengambil kotak kado yang ia sembunyikan sedari tadi dibawah ranjang cinta yang selalu berbunyi tiap mereka bergoyang basah.

"Jangan dibuka samapai aku tidak disampingmu lagi"
Dan Putra pun diam pasrah menuruti aturan Putri, karena bagi putra kado pertama dari Putri sudah cukup dari sekedar materi. Kado yang membuat ia bebas dari rasa penasaran menikmati potongan surga yang menyelip pada pangkal paha si Putri.

                  ###
Bantal hijau bermotif rajutan dua ekor angsa ciuman dan membentuk lambang cinta, dan surat yang penuh bahasa puitis khas mahasiswa jurusan sastra menjadi benda yang menemani Putra. Setiap ia baca sambil berbaring dan tak lupa memakai bantal kenangan, ia selalu terkenang kelucuan dan kata-kata gombalan dari putri, terkenang juga disaat membuat yel-yel untuk aksi demonstrasi menolak pembangunan fakultas FEBI yang dinilai kurang setrategis karena menggusur PANGDEM (Panggung Demokrasi) sebagai sentra mimbar bebas para mahasiswa untuk menumpahkan segala gagasan.

Aksi demontrasi itu adalah momen terahir Putra dan Putri bergandeng tangan. Kebersamaan mereka berahir karena nasib naas menimpa Putri. Selesai aksi Putri meninggal dunia karena serangan Jantung. Gadis yang selalu terlihat ceria kini telah berjalan di kehidupan yang selanjutnya, tidak ada yang menyangka dia akan bernasib mati muda. Memang, sesuatu yang susah ditebak selain politik adalah nasib, yang selalu menjadi misteri dalam kehidupan. 

Dan Putra masih selalu memakai bantal itu, agar --katamu--kita selalu dipertemukan dalam mimpi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Mutakhir Ancaman Bangsa

 Luthfi ‘Afif *) Dalam berita baru-baru ini sering muncul kejadian pararel, seperti pemboman di paris, isu pemboman pada acara tahun baru, sampai pemboman di jakarta. Kejadian itu seolah-olah sudah menjadi agenda yang terkonsepkan dengan rapi, di payungi dalam agenda teror yang katanya si pengamat di lakukan oeleh ISIS. Sebelumnya ada juga berita yang termasuk dalam rangkaian paralel dalam kejadian yang membahayakan ketika selfi, dari mulai selpi di bibir kawah merapi, ditebing yang curam, sampai di kebun bunga yang berakibat kerusakan. Bentuk rentetan ini walaupun tidak saling terkoordinasikan antara satu dengan yang lain, akan tetapi peristiwa ini tersatukan oleh platfrom yaitu narsisme. Kedua berita tersebut mempunyai kesamaan yaitu; sama-sama caper (pengen exis), sama-sama kurang kerjaan, sama-sama mulgoh (pekerjaan yang sia-sia), dan sama-sama merugikan orang lain. www.nyunyu.com Coba mari sama-sama kita analisa dengan kacamata plus, pertama kesamaan tent...

NAMAKU NICCO

Pada episode ke 10 season II film DAVINCI DEMON mulai terlihat jelas siapa-siapa saja orang-orang di sekeliling Davinci, salah duanya adalah Andrea del Verrocchio yang dalam film sering ia panggil MAESTRO, beliau adalah guru lukis, dari belia Davinci sudah belajar teknik melukis dari sang MAESTRO, ketrampilan yang menakjubkan dari tangan Davinci yang diwariskan kepada peradaban.  Yang kedua adalah Niccollo Macievelli, umurnya jauh lebih muda dari davinci. Dalam film, sejak Macievelli masih kecil sudah berteman dengan Davinci, mereka belajar bersama, berkarya bersama, petualang bersama. Dalam episode-episode sebelumnya belum diperkenalkan nama lengkapnya, pada episode ke 10 Niko baru memperkenalkan diri, pada saat Venessa teman Niko yang mengandung darah dari adipati florence tidak mau untuk kembali istana.  Ini kutipan ucapan Nicco saat berdebat dengan penguasa Florence. "Florence adalah republik. Ini haknya, sebagai warga, untuk memilih bagaimana dan dimana dia ing...

anak zaman

Ada hal yang tidak mungkin dilakukan didunia ini, yaitu berdamai dengan waktu. Mengapa demikian, karena ruang dan waktu keduanya menjadi selimut tebal yang membalut jiwa kehidupan. Pepatah mengatakan "alon-alon asal kelaakon" pada saat yang tepat, pepatah itu sangat bijak, namun jika zaman menuntut semua serba cepat akan melibas semua yang lelet. Jawabannya harus tanggap situasi, peka terhadap keluh kesah zaman jika ingin tidak terseret. Disaat desa tidak bisa berbuat banyak, disaat generasi enggan mewarisi pola kehidupan pendahulu akan terjadi mutasi kebudayaan. Semua akan di cacah-cacah oleh kemajuan. Mengandalkan adaptasi. Bukankah itu pertahanan yang paling rapuh. Karena hidup bukan hanya mengikuti tanpa eksistensi produksi. Kreatif inovatif menjadi permintaan terbesar dari peradaban sekarang. Walaupun alam produktik akan tetapi tak ada skil pada penghuni yang tak menggunakan akal maka akan terlindas juga oleh kecepatan ide besar yang mampu merangkum sekaligus m...