Berjam-jam ia habiskan waktu di depan cermin bening tua warisan leluhurnya, cermin itu bisa memberikan rasa percaya diri bagi setiap orang yang ada didepannya, cermin sakti yang diwariskan dari generasi ke generasi. Konon pemiliknya dulu adalah seorang ronggeng yang banyak menyihir mata kaum lelaki, ronggeng yang membuat siapapun yang melihatnya mabuk kepayang. Kini cermin itu diwarisi oleh siti gadis yang menjadi bunga desa karang jati.
Siti slalu melakukannya setiap kali bangun tidur, saat akan melakakukan pertunjukan kuda lumping keliling didesa seberang, dan saat menjelang tidur ia selalu menghabiskan selama berjam-jam di depan cermin sakti itu.
Tentu bukan hanya sekedar merias diri dan bukan hanya ekspresi besar hati ketika ia melihat dirinya yang memang cantik melainkan panggilan dari dirinya yang ada di cermin.
Perumpuan yang ada dalam cermin itu mirip sekali dengan siti, dari ikal rambutnya bundar matanya, lentik bulu matanya, tebal alisnyamancung hidungnya, dan tipis bibirnya. Gadis itulah yang menjadi teman siti, dia yang membantu membenarkan pupur bedak siti yang kurang rata, lipstik yang terlalu tebal. Mungkin tanpa gadis yang berada didalam cermin penampilan siti saat pertunjukan kuda lumping keliling akan kurang mempesona.
Gadis yang berada dalam cermin itu selalu jujur tanpa menutup-nutupi satupun kesalahan ataupun kelebihan siti. Tak pernah ia meninggalkan siti dikala siti lagi duduk menghadap cermin itu, kecuali siti yang pamit.
Cermin sakti ini menampakkan keajaibanya ketika bulan purnama dan srigala tak henti-nya melolong menikmati keindahanya. Saat itu juga siti melakukan ritual dengan mengusap cermin memakai kain mori dan sedikit diolesi wewangian, hal ini nerupakan was8at turun temurun dan bagi siapapun yang menjadi pewaris harus melaksanakannya. Setelah cermin diusap dengan kain mori dan sedikit wewangian siti duduk tepat didepan cermin sakti dengan memejamkan mata dan mulut komat-kamit membaca rapal, disaat itupula gadis yang mirip dengan siti keluar dari cermin dan mengusap ubun-ubun siti dengan lembut dan penuh kelembutan.
"Wahai mimpiku terimakasih atas kesetianmu merawat dunia nyataku" ucap gadis yang mirip siti. Siti membuka matanya seperti ia berada dalam cermin menggantikan gadis yang mirip dengan siti, ia merasakan ada batas yang tak mampu ditembus dalam kaca cermin sakti. Siti merasa terkurung didalam cermin sakti. Gadis dalam cermin mulai mengambil perlengkapan rias siti yang selalu siti kenakan saat tampil dalam pertunjukan kuda lumping keliling, ia juga mengenalan pakean kudalumping siti, semantara siti mengamati didalam cermin menunggu dandanan selesai. Gadis yang mirip siti menari-nari di sirami terang bulan yang menembus jendela kamar yang tak ditutup, semilir angin malam menggoyangkan daun-daun yang ikut mengiringi tarian kuda lumping gadis yang mirip siti. Siti tak merasa takut dengan apa yang ia lihat karena sedari ia mewarisi cermin dari almarhumah ibunya sudah di beritahukan segala macam keajaiban cermin sakti itu. Dan menjelang fajar mengejar malam siti sudah dalam mimpinya. Setelah siti dibangunkan embun fajar dan kicauan merdu burung pagi siti akan lupa dengan apa yang telah terjadi tadi malam.
Siti slalu melakukannya setiap kali bangun tidur, saat akan melakakukan pertunjukan kuda lumping keliling didesa seberang, dan saat menjelang tidur ia selalu menghabiskan selama berjam-jam di depan cermin sakti itu.
Tentu bukan hanya sekedar merias diri dan bukan hanya ekspresi besar hati ketika ia melihat dirinya yang memang cantik melainkan panggilan dari dirinya yang ada di cermin.
Perumpuan yang ada dalam cermin itu mirip sekali dengan siti, dari ikal rambutnya bundar matanya, lentik bulu matanya, tebal alisnyamancung hidungnya, dan tipis bibirnya. Gadis itulah yang menjadi teman siti, dia yang membantu membenarkan pupur bedak siti yang kurang rata, lipstik yang terlalu tebal. Mungkin tanpa gadis yang berada didalam cermin penampilan siti saat pertunjukan kuda lumping keliling akan kurang mempesona.
Gadis yang berada dalam cermin itu selalu jujur tanpa menutup-nutupi satupun kesalahan ataupun kelebihan siti. Tak pernah ia meninggalkan siti dikala siti lagi duduk menghadap cermin itu, kecuali siti yang pamit.
Cermin sakti ini menampakkan keajaibanya ketika bulan purnama dan srigala tak henti-nya melolong menikmati keindahanya. Saat itu juga siti melakukan ritual dengan mengusap cermin memakai kain mori dan sedikit diolesi wewangian, hal ini nerupakan was8at turun temurun dan bagi siapapun yang menjadi pewaris harus melaksanakannya. Setelah cermin diusap dengan kain mori dan sedikit wewangian siti duduk tepat didepan cermin sakti dengan memejamkan mata dan mulut komat-kamit membaca rapal, disaat itupula gadis yang mirip dengan siti keluar dari cermin dan mengusap ubun-ubun siti dengan lembut dan penuh kelembutan.
"Wahai mimpiku terimakasih atas kesetianmu merawat dunia nyataku" ucap gadis yang mirip siti. Siti membuka matanya seperti ia berada dalam cermin menggantikan gadis yang mirip dengan siti, ia merasakan ada batas yang tak mampu ditembus dalam kaca cermin sakti. Siti merasa terkurung didalam cermin sakti. Gadis dalam cermin mulai mengambil perlengkapan rias siti yang selalu siti kenakan saat tampil dalam pertunjukan kuda lumping keliling, ia juga mengenalan pakean kudalumping siti, semantara siti mengamati didalam cermin menunggu dandanan selesai. Gadis yang mirip siti menari-nari di sirami terang bulan yang menembus jendela kamar yang tak ditutup, semilir angin malam menggoyangkan daun-daun yang ikut mengiringi tarian kuda lumping gadis yang mirip siti. Siti tak merasa takut dengan apa yang ia lihat karena sedari ia mewarisi cermin dari almarhumah ibunya sudah di beritahukan segala macam keajaiban cermin sakti itu. Dan menjelang fajar mengejar malam siti sudah dalam mimpinya. Setelah siti dibangunkan embun fajar dan kicauan merdu burung pagi siti akan lupa dengan apa yang telah terjadi tadi malam.
Komentar
Posting Komentar