Dalam suasana sentimentil manusia dilah menjadi agen penyalur emosi. Landasan berfikir yang rapuh membuat orang mudah percaya pada suatu hal, apalagi hal itu diracik dengan bumbu sentimen suku, agama, ras. Dengan mudah orang akan terbakar.
Kelesuan berfikir menyebabkan dogmatisme yang sebenarnya merupakan tahapan yang belum matang dari perkembangan kehidupan manusia. Manusia dituntun untuk meyakani tanpa harus mencermati apalagi mengkritis. Sehingga tidak mampu menangkap motivasi ataupun makna yang melingkupi dari suatu kejadian.
Rasa ketidak percayaan pada satu sisi menjadi penting untuk mengkaji ulang apa yang disajikan oleh realis. Apa dan bagaimana, siapa, kapan, kenapa, itu semua menjadi hal wajibagar manusia dapat menangkap makna.
Makna yang dibungkus dengan selubung halus sehingga menjadi kasat mata. Untuk mengupasnya harus ragu.
Kelesuan berfikir menyebabkan dogmatisme yang sebenarnya merupakan tahapan yang belum matang dari perkembangan kehidupan manusia. Manusia dituntun untuk meyakani tanpa harus mencermati apalagi mengkritis. Sehingga tidak mampu menangkap motivasi ataupun makna yang melingkupi dari suatu kejadian.
Rasa ketidak percayaan pada satu sisi menjadi penting untuk mengkaji ulang apa yang disajikan oleh realis. Apa dan bagaimana, siapa, kapan, kenapa, itu semua menjadi hal wajibagar manusia dapat menangkap makna.
Makna yang dibungkus dengan selubung halus sehingga menjadi kasat mata. Untuk mengupasnya harus ragu.
Komentar
Posting Komentar