Badai itu niscaya dalam samadura kehidupan yang begitu luas untuk diarungi, banyaknya persoalan yang datang tak kenal ampun menghampiri siapa saja yang dianggap lemah. Dimana ada keuntunga disitu harus ada korban. Dari mulai individu bahkan kelompok yang mengatasnamakan demi rakyat dapat berubah menjadi perampok.
"Parpol bagaikan kelompok bandit tanpa idealisme. Semantara bangsa kita di ubah menjadi kuli, sawah-sawah diretas-retas menjadi tempat singgah burung besi. Dan sungguh sayang, apa yang sering kita sebut suara hati tak pernah muncul".
(Atas nama pengalaman) Pramudya Anantatoer
Masih relevan, sepertinya kejahatan itu memang abadi, penghisapan, eksploitasi yang menyebabkan kemiskinin adalah persoalan purba yang tak pernah kunjung reda.
Sepertinya poin-poin ini abadi. Musuh abadi manusia, firaun(penguasa lalim), haman(agamawan penjilat), bal'am(intelektual penghianat), qorun(penumpuk harta)
Menjadi apa hari ini?
"Parpol bagaikan kelompok bandit tanpa idealisme. Semantara bangsa kita di ubah menjadi kuli, sawah-sawah diretas-retas menjadi tempat singgah burung besi. Dan sungguh sayang, apa yang sering kita sebut suara hati tak pernah muncul".
(Atas nama pengalaman) Pramudya Anantatoer
Masih relevan, sepertinya kejahatan itu memang abadi, penghisapan, eksploitasi yang menyebabkan kemiskinin adalah persoalan purba yang tak pernah kunjung reda.
Sepertinya poin-poin ini abadi. Musuh abadi manusia, firaun(penguasa lalim), haman(agamawan penjilat), bal'am(intelektual penghianat), qorun(penumpuk harta)
Menjadi apa hari ini?
Komentar
Posting Komentar