Langsung ke konten utama

Petani Banten Mengamuk

Luthf ‘Afifi *)

Sejarah tidak melulu membicarakan tokoh, tanggal, dan tempat, akan tetapi Sejarah membicarakan perjalanan dari realitas masa lalu secara dialektis dan penuh perjuangan.

Dari sabang sampai merauke terhampar pulau-pulau yang sangat suber, dari kondisi geogarafis membentang tepat digaris katulistiwa membuat kondisi iklim sangat menguntungkan bagi kegiatan pertanian, negara Indonesia merupakan negara agraris konsepsi seperti itu bukanlah ungkapan yang tanpa makna. Namun dalam kenyataan kondisi negara Indonesia sangat terpuruk dalam mencukupi kebutuhan pangan, menjadi hal yang sangat lucu bila negara agraris masih mengimpor bahan pokok seperti beras, kedalai, gula, mungkin kita bertanya apa penyebab dari ketidak sanggupan negara memenuhi kebutuhan pokok bagi masyarakat, apa hal yang menjadi hal yang melatar belakangi fenomena ganjil tersebut.
indonesia-zaman-doeloe.blogspot.com


Dalam paradigma sosiologis dapat di lihat dari fakta sosial yang mesti didalami, fakta-fakta yang miris ahir-ahir ini sering kita temui di surat kabar bahwasanya  lahan-lahan produktif telah beralih fungsi, ini terjadi di riau, jawa barat, jawa tengah, jawa timur, sebagian daerah kalimantan. Dari data BPS menyebutkan setiap tahun 80.000 hektar tanah beralih fungsi, jadi rata-rata setiap kita bangun tidur 220 tanah sudah beralih fungsi, secara difinisi sosial bisa dilihat dari kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah seperti undang-undang penanaman modal asing, MP3EI, dan tidak seriusnya penerapan UUPA. Hal-hal yang telah diuraikan diatas berdampak serius bagi pertanian yang menjadi basic ekonomi masarakat desa, sehingga gejolak-gejolak yang bersifat top down terjadi seperti kasus bentrok masarakat rembang dengan aparat waktu penolakan penggusuran lahan, dan kasus penggusuran di kulon progo yang akan memakan tanah 637 hektar. Urian-uraian tersebut merupak bukti bahwa kondisi masarakat sangat terkait erat dengan kondisi ekonomi dan politik.

Namun hal-hal yang bersifat sektoral seperti permasalahan diatas jarang diperhatikan. Kalau kita tarik kembali kebelakang memang dari dulu peranan yang dilakukan oleh kaum tani dalam dinamika gerakan melawan kolonial belanda jarang disoroti, hal ini dikarenakan corak historio grafi lebih bersifat konfensional yakni yang disoroti hanya kejadian-kejadian yang dianggap besar saja yang ditulis. Sangat menarik kalu kita membahas tentang gejolak-gejolak yang dilakukan oleh petani, secara karakter terkenal sabar nriman, sederhana apa adanya dan pasrah, akan tetapi menurut presiden pertama kita”cacingpun ketika diinjak akan memberontak”dan dari penindasan itulah yang membuat jiwa yang tenang menjdi bergejolak.


Di abad XIX banyak terjadi pemberontakan-pemberontakan yang dilakukan oleh para petani, gerakan yang mereka lakukan masih bersifat tradisional, motif dari gerakannya didasari oleh magis-religius dari pengejawantahan perjuangan mereka yang lebih bersifat reaksioner.  

Dalam pembahasan ini kita akan mencoba mengkaji tentang pemberontakan yang terjadi di banten pada tahun 1988, Kesultanan banten, yang dihapuskan oleh dandles pada tahun 1808 membuat struktur ekonomi dan politik secara tradisional mengalami keruntuhan sehingga mengakibatkan terganggunya keseimbangan masarakat tradisional. Masrakat Banten corak produksinya bersandar pada pertanian, tanah merupakan alat produksi utama, dan karenanyaa pemilikannya membawa prestise yang tinggi, sebagai akibatnya maka klasifikasi penduduk desa yang tradisional didasarkan atas pemilikan tanah. Pada saat kesultanan masih ada tanah-tanah dimiliki oleh sultan dan kerabat dekatnya, rakyat jelata hanya sebatas penggarap dan harus membayar upeti dari hasil tanah yang digarap, namun dalam tahun 1808 kepimilikan tanah-tanah milik sultan dihapuskan, yang dulunya istilahnya penggarap menjadi kerja bakti dan diwajibkan menyetorkan seperlima dari hasil panen.

Pemberontakan yang meletus pada tahun 1888 merupakan akibat dari rentetan kejenuhan yang diakibatkan oleh tekanan-tekan politik maupun ekonomi yang dilakukan oleh pemerintahan kolonial belanda, dalam penekanan politik belanda berhasil menggeser pemerintahan tradisional dengan jalan menghapuskan corak kasultanan, korelasi dari tekanan ekonomi yang akhirnya mendorong  sebuah pemberontakan yang terkonsentrasi pada keresahan agraris. Secara general corak produksi masarakat banten dapat dikatakan bertumpu pada sektor pertanian, sektor ini yang mana pada masa tradisional sangat menyokong sultan, mobilisasi produksi dari bawah terkonsentrasi ke pusat, dikarenakan dalaam kontruksi masarakat feodal sultanlah penguasa segalanya. Pada tahun 1808 tanah-tanah milik sultan dihapuskan, dan rafles di kemudian hari menerapkan sewa tanah sebagai pajak tanah. Oarang-orang yang dulunya di untungkan oleh sistem lama merasa rugi dengan peraturan baru yang dilakukan oleh pemerintahan belanda. Banyak kasus-kasus konflik atas hak tanah yang di contohkan penulis secara garis besar besar aktor konflik ini adalah kaum elit yang opertunis mereka memanfaatkan momen ini untuk memeras keringat rakyat jelata, wal hasil rakya jelata sangat tercekik karena selain di bebani pajak oleh pemerintahan kolonial masarakat juga dibebani pajak oleh kaum elit. Kesewanang-wenangan inilah yang menyebabakan pemberontakan kaum tani di banten.

Pada abad XIX ini didaerah-daerah nusantara masih terselimuti aura mistis, karena tidak bisa dipungkiri dalam dialektika kocokan ini membuat corak masarakat semakin tak menentu, sentuhan kapitalis yang dibawa kolonial tak mengubah watak kawulo gusti yang ada pada masarakat feodal. Di dalam masarakat dengan hirarki tradisional ini kemudian mempunyai cita-cita, cita-cita ini terbingkai dalam kesadaran mistis religius, atau kesadaran utopia, dikarenakan dikarenakan masarakat tidak merumuskan pikiran-pikirannya berdasaarkan kenyataan sosial, melainkan berdasarkan kepada berbagai mitos, pandangan-pandangan mistis mengenai masarakat yang dapat dirumuskan misalnya dalam cita-cita ratu adil. Atau dalam pemahaman islam digambarkan dengan sesosok imam mahdi, permasalahan yang terjadi disebabkan oleh kungkungan feodal sekarat juga tindasan kolonial, karena itu dapat kita lihat pemberontakan yang menyerang kedua kekuatan tersebut.

Gerakan yang terjadi belum terorganisir secara rapi, kebanyakan masarakat mengelompok dibalik pribadi-pribadi berkharisma seperti kyai dan haji. Orang-orang semacam itulah dengan kharismanya dan kekeramatannya kemudian mengarahkan masarakat terhadap berbagai macam pemberontakan.. ini fenomena yang ganjil, dimana tokoh-tokoh muslim yang mengarahkan gerakan-gerakan itu terjebak dalam kesempitan berfikir. Padahal islam merupakan agama yang mempunyai tradisi yang sangat besar, tradisi yang sanggup mengorganisir (seperti yang kita telah katahui, di dunia islam ada kekhalifahan-kekhalifahan yang besar dan imperium-imperium islam yang besar yang sanggup menyatukan umat. Mungkin jawabanya islam telah mengalami nusantaranisasi, bisa kita melihat dari corak kesenian di timor tengah mencerminkan semangat semangat yang mobil dan aktif, kaligrafi-kaligrafinya penuh dan semarak. Ini menunjukan semangat yang akatif yang mengisi ruangan, sampai di Nusantara ekspresi kesenian menjadi lain, coba di bandingkan antara musik Arab kalau itu bisa di sebut dengan musik Islan- dengan gamelan sekaten versi sunan kalijaga. Musik Arab terkesan semangat dengan tone naik turun, cepat dan dinamis, semangat ini tidak kita temukan dalam musik gamelan yang kurang menggigit terkesan tenang dan kontemplatif. Jadi budaya dari musik yang dinamis menjadi kontemplatif dan mistis. Dengan demikian di Nusantaara secara kulturaal Islam berubah budaya dari klas pedagang dan klas menengah yang mobil berpindah ketangan Agraris(Petani) dan statis


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Mutakhir Ancaman Bangsa

 Luthfi ‘Afif *) Dalam berita baru-baru ini sering muncul kejadian pararel, seperti pemboman di paris, isu pemboman pada acara tahun baru, sampai pemboman di jakarta. Kejadian itu seolah-olah sudah menjadi agenda yang terkonsepkan dengan rapi, di payungi dalam agenda teror yang katanya si pengamat di lakukan oeleh ISIS. Sebelumnya ada juga berita yang termasuk dalam rangkaian paralel dalam kejadian yang membahayakan ketika selfi, dari mulai selpi di bibir kawah merapi, ditebing yang curam, sampai di kebun bunga yang berakibat kerusakan. Bentuk rentetan ini walaupun tidak saling terkoordinasikan antara satu dengan yang lain, akan tetapi peristiwa ini tersatukan oleh platfrom yaitu narsisme. Kedua berita tersebut mempunyai kesamaan yaitu; sama-sama caper (pengen exis), sama-sama kurang kerjaan, sama-sama mulgoh (pekerjaan yang sia-sia), dan sama-sama merugikan orang lain. www.nyunyu.com Coba mari sama-sama kita analisa dengan kacamata plus, pertama kesamaan tent...

NAMAKU NICCO

Pada episode ke 10 season II film DAVINCI DEMON mulai terlihat jelas siapa-siapa saja orang-orang di sekeliling Davinci, salah duanya adalah Andrea del Verrocchio yang dalam film sering ia panggil MAESTRO, beliau adalah guru lukis, dari belia Davinci sudah belajar teknik melukis dari sang MAESTRO, ketrampilan yang menakjubkan dari tangan Davinci yang diwariskan kepada peradaban.  Yang kedua adalah Niccollo Macievelli, umurnya jauh lebih muda dari davinci. Dalam film, sejak Macievelli masih kecil sudah berteman dengan Davinci, mereka belajar bersama, berkarya bersama, petualang bersama. Dalam episode-episode sebelumnya belum diperkenalkan nama lengkapnya, pada episode ke 10 Niko baru memperkenalkan diri, pada saat Venessa teman Niko yang mengandung darah dari adipati florence tidak mau untuk kembali istana.  Ini kutipan ucapan Nicco saat berdebat dengan penguasa Florence. "Florence adalah republik. Ini haknya, sebagai warga, untuk memilih bagaimana dan dimana dia ing...

anak zaman

Ada hal yang tidak mungkin dilakukan didunia ini, yaitu berdamai dengan waktu. Mengapa demikian, karena ruang dan waktu keduanya menjadi selimut tebal yang membalut jiwa kehidupan. Pepatah mengatakan "alon-alon asal kelaakon" pada saat yang tepat, pepatah itu sangat bijak, namun jika zaman menuntut semua serba cepat akan melibas semua yang lelet. Jawabannya harus tanggap situasi, peka terhadap keluh kesah zaman jika ingin tidak terseret. Disaat desa tidak bisa berbuat banyak, disaat generasi enggan mewarisi pola kehidupan pendahulu akan terjadi mutasi kebudayaan. Semua akan di cacah-cacah oleh kemajuan. Mengandalkan adaptasi. Bukankah itu pertahanan yang paling rapuh. Karena hidup bukan hanya mengikuti tanpa eksistensi produksi. Kreatif inovatif menjadi permintaan terbesar dari peradaban sekarang. Walaupun alam produktik akan tetapi tak ada skil pada penghuni yang tak menggunakan akal maka akan terlindas juga oleh kecepatan ide besar yang mampu merangkum sekaligus m...