Luthfi ‘Afif *)
Baru-baru ini kita mendengar dan menyaksikan
berita menggegerkan publik tentang kasus orang hilang, dimulai dari dokter Rica
Tri Handayani hingga di temukan dipangkalan embun, setelah di introgasi
ternyata dia bukan diculik akan tetapi pergi tanpa pamit keluarga, kepergian
dokter bukan untuk piknik melainkan untuk kerja organisasi Gafatar. Ormas yang
bernama lengkap Gerakan Fajar Nusantara, disebut-sebut ada kaitan dengan Ahmad
Musadek. Karena, dalam susunan pengurus Gafatar terantum nama Ahmad Musadek
sebagai penasihat. Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa
sesat terhadap Al Qiyadah Islamiah lantaran mengakui Ahmad Musadek sebagai
nabi.
Sekilas nama organisasi Gafatar mirip judul
film kartun yang di buat oleh. Michael Dante Dimartino. Filim ini
menceritakan tentang juru penyelamat, di mana keadaan masyarakat yang
kacaubalau akibat kekejian bangsa pengendali api, konflik politik yang berujung pada perang
diantara empat bangsa (api, air, udara, tanah), dalam situasi inilah dunia membutuhkan
sang penyelamat (Avatar) untuk menjaga keseimbangan. Kondisi seperti ini pernah
dialami oleh masyarakat pribumi waktu dijajah oleh kolonial belanda.
Harapan-harapan masyarakat akan perubahan yang tinggi di pikulkan pada yang
bernama ratu adil. Menurut pandangan pakar sejarah Prof Dr Sartono Kartodirdjo. Gerakan Avatar
yang dalam istilah jawa disebut Ratu Adil tidak melulu urusan mitos, tapi dapat
dipelajari sebagai bagian dari ilmu pengetahuan di bidang sejarah.
![]() |
| i |
Gafatar (gerakan Fajar Nusantara) merupakan
ormas yang bergerak di bidang sosial, cita-cita yang diusung yaitu terwujudnya
tata kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang damai sejahtera, beradab,
berkeadilan dan bermartabat di bawah naungan Tuhan Yang Maha Esa melalui
penyatuan nilai-nilai luhur bangsa. Kemerdekaan yang sudah mencapai umur 70
tahun belum mampu menghantarkan Indonesia menjadi negara adil, makmur dan
beradab. Gerkan ini dilihat dari permukaan seperti omrmas yang hanya bergerak
dibidang sosial, namun ahir-ahir ini Gafatar dinilai sebagai aliran yang sesat
karena memiliki hubungan dengan Musaddeq yang pernah mengaku nabi. Dalam hal
ini Gafatar dapat di golongkan prophetisme karena mengandung unsur kenabian.
Sedikit banyak ada kemiripan dalam farian
gerakan dari masa kemasa. Di abad XIX
(dalam bukunya Sartono, Pemberontakan Petani Banten)banyak terjadi
pemberontakan-pemberontakan yang dilakukan oleh para petani, gerakan yang
mereka lakukan masih bersifat tradisional, motif dari gerakannya didasari oleh
magis-religius dari pengejawantahan perjuangan yang di lakukan oleh para petani
di banten. Gerakan ini digolongkan oleh
sartono dengan Mesianisme yang dapat menghimpun kekuatan sosial, sertaa dapat
mengubah situasi. Gerakan perubahan didasari oleh situasi sangat menindas yang disebabkan oleh
kolonialisme.
Situasi seperti itu hampir serupa dialami negara Indonesia saat ini, di mana
angka kemiskinan dan pengangguran semakin meningkat, lembaga-lembaga berdiri
berselimut korupsi, politisi yang hanya pandai bersolek dan mengumbar janji, arus
pembangunan yang semakin liberal, hingga mengaleniasi masyarakat dari aset
lahan produktifnya. Kondisi yang seperti ini membuat masyarakat jenuh memikirkan
bagaimana caranya hidup, solusi pragmatis yang ditwarkan oleh Gafatar dengan
gaya prophetisme dianggap menarik karena dapat memberi jaminan secara instan.

Komentar
Posting Komentar