Langsung ke konten utama

ERA BARU

Era kemangan Populisme. Bisa kita lihat di berbagai fenomena, antara lain: terpilihnya Donald J Trumb, kemanangan Brexit yang di gemborkan oleh Boris Johnson, menguatny posisi Marine Le Pen di Prancis, Geert Wilders di Belanda, Pauline Hanson di Australia.

Di Amerika D Trump yang tidak terduga kemenanganya mengalahkan rivalnya yang sebelumnya sangat berpotensi menang. Di indonesia ahok yang pada putaran pertama menang di balik oleh rivalnya. Kemungkinan di prancis akan terjadi hal serupa.

Melihat dinamika global yang memunculkan nasionalisme karena rebutan jatah hidup dengan pihak asing. Rasa nasionalisme yang dipicu oleh globalisasi berhasil dioleh menjadi retorika politik yang mampu membeli suara rakyat. Bumbu anti globalisasi dan anti migrasi telah menjadi harapan masyarakat Amerika dan mengantarkan Trump populis.

Di indonesia melihat fenomena pilkada yang berada di ibu kota (pusat peradaban dan keadaban) dimenangkan oleh kelompok populis yang beraliansi dengan kaum fundamentalis. Racikan sara berahasil mencadi sambal yang pedas dalam kondisi masyarakat, dengan kebencian etnis dan menyudutkan rivalnya yang kebetulan keturunan Tionghua.

Di negara berkembang yang terkena imbas globalisasi akan memerankan sensasi nasionalisme dan fundamentalisme agama, di Rohingnya muncul fenemena diskriminasi Islam oleh Budha, di India muncul fundamentalis Hindu.

Ramuan manjur mengahadapi gejolak global yang merembes kedalam negara harus segera dirumuskan agar tercipta keadaban. Dan hal yang paling manjur adalah menciptakan kesejahtraan bersama. Karena esensi hidup adalah mendapat jatah penghidupan.

Komentar

Posting Komentar